Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Karanganyar

Cerita Mistis Hendri Perawat Jenazah di RSUD Karanganyar: Merasa Ditarik dan Diikuti Makhluk Halus

Kejadian ganjil pernah dialami Hendri Setyawan (24) warga Kecamatan Matesih selama bertugas menjadi relawan pemulasaraan jenazah RSUD Karanganyar.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: galih permadi

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Kejadian ganjil pernah dialami Hendri Setyawan (24) warga Kecamatan Matesih selama bertugas menjadi relawan pemulasaraan jenazah RSUD Karanganyar.

Hendri sapaan akrabnya tergabung dalam tim pemulasaraan jenazah sejak Oktober 2020 lalu.

Selain bertugas membantu mengebumikan jenazah, dia juga bertugas memandikan serta mengkafani jenazah.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pria Kumudasmoro Semarang Meninggal Kecelakaan, Sempat Kejang-kejang

Baca juga: Waspada BMKG: Gempa Besar M 8,9 dan Tsunami 29 Meter Berpotensi Terjadi di Wilayah Pulau Jawa

Baca juga: Benarkah Akan Terjadi Gempa Besar M 8,5 dan Tsunami Jumat 4 Juni 2021? Ini Jawaban Bambang BMKG

Baca juga: Afgan Kepergok Kembaran Baju dengan Rossa Saat Rayakan Ultah Ke-32

Hendri masih ingat betul pengalaman saat bertugas memandikan jenazah untuk kali pertama.

Lantaran sebelumnya belum pernah menyentuh dan memandikan jenazah, tangan Hendri tiba-tiba gemetar saat memegang gayung.

Namun lambat laun kejadian itu tidak dialaminya lagi setelah beberapa kali bertugas memandikan jenazah.

Dalam sekali bertugas ada sebanyak delapan orang yang tergabung dalam tim pemulasaraan jenazah.

Mereka bertugas mulai dari membawa jenazah dari bangsal menuju kamar jenazah untuk dimandikan, dikafani hingga dikebumikan. 

Selama tergabung dalam tim pemulasaraan sejak tahun lalu hingga saat ini, Hendri juga pernah mengalami pengalaman ganjil selama bertugas menguburkan jenazah.

"Diikuti setelah pemakaman. Sudah pulang dan mandi.

Selang beberapa hari, ada yang mengikuti," katanya kepada Tribunjateng.com, Kamis (3/6/2021). 

Usai bertugas menguburkan jenazah di Tawangmangu, bagian leher terasa pegal.

Mengingat rasa pegal itu tidak kunjung hilang setelah obat penghilang nyeri, akhirnya Hendri memutuskan untuk pergi ke tukang pijat.

Dia mengetahui ada sosok yang mengikuti dari seorang tukang pijat.

Akan tetapi tukang pijat itu tidak memberitahukan sosok yang mengikutinya setelah bertugas menguburkan jenazah

Selain itu kejadian ganjil juga pernah dialaminya ketika bertugas di Tawangmangu.

Biasanya untuk mengangkat peti dari ambulance menuju ke lihat lahat membutuhkan empat orang petugas.

"Saat naik tangga terasa berat, seperti ada yang narik," ucapnya. 

Dari empat orang, ada tiga orang yang mengaku peti jenazah yang dibawa terasa begitu berat.

Padahal tubuh jenazah itu berukuran kecil.

Laki-laki berusia 24 tahun itu menuturkan, akan tetapi dari empat orang itu tidak ada yang berani menceritakan kejadian itu selama di pemakaman. 

"Ceritanya saat perjalanan dari pemakaman menuju ke rumah sakit," ungkapnya. (Ais). 

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved