Berita Pemalang
Pulang dari Pasar Sakit, Dalam 3 Hari 34 Orang di 1 RW di Watukumpul Pemalang Positif Covid-19
Dalam tiga hari sebanyak 34 orang di Desa Majalangu, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah terpapar virus corona
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - Dalam tiga hari sebanyak 34 orang di Desa Majalangu, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah terpapar virus corona.
Puluhan orang yang positif Covid-19 itu berada di Dusun Jatisari, Desa Majalangu.
Hal tersebut diungkapkan, Kepala Puskesmas Watukumpul dr Muhammad Maezi saat melakukan tes rapid antigen secara door to door ke rumah warga di Desa Majalangu, Jumat (4/6/2021) siang.
"Betul mas dalam tiga hari dari tanggal 1-3 Juni 2021, 34 orang di satu RW yang berada di Desa Majalangu terkonfirmasi positif Covid-19 dengan tes rapid antigen," ungkap Kepala Puskesmas Watukumpul dr Muhammad Maezi kepada Tribunjateng.com.
Menurut dr Maezi, adanya penemuan kasus tersebut pihaknya bersama forkopimcam sudah melakukan tracking, testing, dan treatment.
"Kami sudah melakukan tracking dan meminta 34 orang yang positif itu untuk isolasi mandiri secara ketat," ujarnya.
Dr Maezi mengatakan, kasus ini muncul berawal dari satu orang yang pergi ke pasar dan setelah pulang merasakan badannya panas, batuk, serta tidak merasakan bau dan perasa.
"Satu orang belanja ke pasar, dua hari selanjutnya merasakan gejala. Setelah, di cek kesehatannya ke puskesmas ternyata positif. Jadi, 34 orang tersebut masuk ke kluster pasar," katanya.
Pihaknya mengimbau, kepada masyarakat yang positif Covid-19 untuk tertib melakukan isolasi mandiri dan tidak usah pergi-pergi kemana demi kebaikan semua
"Isoman untuk lebih tertib dan mengkonsumsi obat serta multi vitamin yang diberikan dari puskesmas," tambahnya.
Sementara itu, Camat Watukumpul Umroni membenarkan, adanya 34 orang yang positif Covid-19 melalui tes rapid antigen.
"34 orang itu hasil dari tes rapid antigen per tanggal 1-3 Juni 2021. Kemudian, dilakukan tes swab. Hasilnya masih menunggu," kata Umroni Camat Watukumpul.
Akibat puluhan warganya yang terpapar Covid-19, warga satu dusun di desa tersebut terpaksa melakukan penutupan akses jalan dengan menggunakan bambu.
"Saya menyimpulkan ini kluster pasar, karena awal mulanya dari satu warga yang belanja ke pasar dan dua hari kemudian merasakan gejala Covid-19. Sehingga, tadi pedagang di warga yang rumahnya dekat dengan pasar dilakukan tes rapid antigen."
"Lalu, untuk jalan ditutup ini dilakukan oleh warga dan pemerintah desa. Tujuannya untuk mencegah penyebaran Covid-19," imbuhnya.