Kamis, 4 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

BERITA LENGKAP Update Kudus : Desa Zona Merah Dijaga Tujuh Tentara hingga Nakes Sembuh dari Covid-19

Sebanyak 450 tentara dari Kodam IV/Diponegoro akan menyebar di sembilan Komando Rayon Militer (Koramil) di Kudus.

Tayang:
TribunJateng.com/Rifqi Gozali
Pelatihan pemulasaraan jenazah Covid-19 kepada aparat TNI Polri di Alun-alun Kudus, Jumat (4/6/2021) 

TRIBUNJATENG.COM,  KUDUS – Sebanyak 450 tentara dari Kodam IV/Diponegoro akan menyebar di sembilan Komando Rayon Militer (Koramil) di Kudus.

Dandim 0722/Kudus, Letkol Kav Indarto menceritakan, setiap desa akan ‎diisi sedikitnya dua orang tentara. Namun, khusus desa yang ‎zona merah akan mendapatkan tambahan lima prajurit TNI.

"Jadi khusus untuk zona merah petugasnya menjadi tujuh orang. Teknisnya nanti akan diatur Koramil masing-masing," ujar Indarto, Jumat.

Selain menyasar desa-desa agar warga masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan. Lokasi penting yang perlu penjagaan petugas, yakni RSUD dr Loekmono Hadi Kudus dan pasar-pasar tradisional. Pasalnya lokasi itu rawan penularan, sehingga sejumlah prajurit akan ditugaskan di sejumlah titik tersebut.

"Nanti yang di rumah sakit, untuk yang tidak berkepentingan akan kami minta untuk keluar. Kalau masuk ke sana khawatirnya nanti bisa tertular, sehingga perlu penjagaan," ujarnya.

Pemulasaraan jenazah

Sementara itu, puluhan aparat TNI dan Polri mengikuti pelatihan pemulasaraan jenazah Covid-19 di Alun-alun Kudus, Jumat (4/6). Para peserta pelatihan merupakan anggota Polres Kudus dan Kodim 0722 Kudus.

Kabid Dokkes Polda Jateng, Kombes Pol Raden Harjuno mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan membekali aparat dengan kecakapan untuk melakukan pemulasaraan jenazah Covid-19. Sebab, pemulasaraan jenazah Covid-19 membutuh prosedur khusus.

Dia menambahkan, pelatihan tersebut menjadi wadah dalam menyamakan persepsi setiap peserta dalam melakukan pemulasaraan jenazah. Setelah pelatihan, masing-masing peserta akan disiapsiagakan di masing-masing satuan kerja mereka.

“Kami diperintahkan pimpinan untuk mengambil langkah-langkah dalam menurunkan jumlah Covid-19 di Kabupaten Kudus,” kata Harjuno. (goz/raf)

Kemenkes Ambil Sampel 75 Pasien Positif Covid di Kudus

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengambil 75 sampel warga yang positif Covid-19 untuk dilakukan genome sequence. Hal itu dilakukan untuk mengetahui apakah lonjakan di kasus di Kudus terjadi karena virus varian baru.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes, Prima Yosephine mengatakan, pengambilan sampel tersebut dilakukan dalam sepekan lalu. Ada pula sampel yang baru-baru ini diambil. “Butuh waktu dua minggu (untuk hasilnya),” ujar Prima saat ditemui di Pendapa Kabupaten Kudus, Jumat (4/6).

Prima menjelaskan, pengambilan sampel menyasar pada pasien positif yang memilik cycle threshold (CT) rendah. “Jadi pasien positif kan ada yang CT-nya rendah. Yang CT-nya rendah untuk genome sequence,” kata dia.

Jika memang ditemukan varian baru, kata dia, langkah antisipasinya tetap sama, yakni disiplin protokol kesehatan. Sementara untuk tata laksana penanganannya, yakni testing, tracing, dan treatment. Selanjutnya yakni isolasi, karantina, lalu vaksinasi.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved