Berita Kreatif
KREATIF! Nuraini Membuat Pot Bunga Pakai Popok Bekas
Hampir di tiap tempat sampah depan rumah terdapat popok bekas, terutama keluarga yang memiliki bayi.
TRIBUNJATENG.COM -- Hampir di tiap tempat sampah depan rumah terdapat popok bekas, terutama keluarga yang memiliki bayi.
Sampah itu berujung di tempat pembuangan sampah akhir. Dan popok bekas belum dimanfaatkan dengan baik untuk daur ulang. Siapa punya ide kreatif?
Popok sekali pakai sudah menjadi salah satu kebutuhan para ibu yang memiliki bayi karena praktis. Namun, sampah popok sekali pakai ini bisa menjadi ancaman baru bagi lingkungan.
Rata-rata seorang bayi memakai 3-4 popok sekali pakai dalam sehari. Padahal, setiap tahun sekitar 4,5 juta bayi lahir di Indonesia.
Upaya untuk mengurangi limbah popok mulai dilakukan berbagai pihak, salah satunya dari PT.Softex Indonesia (Kimberly-Clark Softex) selaku produsen produk popok. Berarti ada berapa popok bekas dalam setahun?
"Tantangan kami adalah menyediakan produk yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen sekaligus mengurangi jejak lingkungan sebagai cara untuk membantu masyarakat memiliki kehidupan yang lebih baik,” kata Hendra Setiawan, Presiden Direktur Kimberly-Clark Softex.
Ia mengatakan, Kimberly-Clark Softex telah tandatangani kerjasama dengan platform ekonomi sirkular, Duitin, untuk mendorong pengumpulan popok bekas yang akan didaur ulang.
Program ini akan berfokus di wilayah Tangerang Selatan dan Jakarta Selatan.
Diharapkan program ini dapat mendaur ulang 9.5 ton popok bekas setiap bulannya atau sekitar 65 ton pada akhir tahun 2021. D
uitin bertanggung jawab untuk menjalankan, mengumpulkan, dan mengirimkan popok bekas ke fasilitas pengolahan mitra Kimberly-Clark Softex (PT Softex Indonesia) mulai akhir Juni 2021.
Hasil pengumpulan popok bekas kemudian akan diproses oleh Sarana Olah Sampah - komunitas lokal yang membantu dalam pemilahan, pemilihan dan pengolahan sampah melalui metode konvensional - menjadi produk kerajinan tangan yang memiliki nilai tambah.
"Kami berharap program ini dapat mendorong masyarakat untuk melakukan kegiatan yang bermakna dengan memilah dan mendaur ulang sampah, serta meningkatkan standar kehidupan dan citra para pekerja dalam bidang pengumpulan sampah daur ulang ke ranah profesional,” kata Adijoyo Prakoso, Co-Founder Duitin.
Terpisah, sejauh ini pemanfaatan popok bekas masih terbatas. Selain daur ulang, beberapa orang menggunakan popok bekas untuk pupuk tanaman. Itu pun ada cara khusus, tidak langsung popok bekas ditaruh di bawah tanaman.
Di Lombok terdapat warga yang memanfaatkan popok bekas untuk pot bunga.
Banyaknya popok bekas di parit atau menggunung di tempat sampah, kemudian memicu warga tersebut untuk memanfaatkannya.
Warga bernama Nuraini itu membuat pot bunga berbahan popok bekas. Hasilnya, pot lebih elastisi dan kuat tidak mudah pecah atau sobek.
Di Semarang hingga kini belum mencuat kreativitas warga yang memanfaatkan popok bekas menjadi produk daur ulang yang bermanfaat. (kompas/wid)
Baca juga: Kenapa Polri Ogah Ikut Campur Urusan Ketua KPK Firli Bahuri? Ini Alasan Kabareskrim
Baca juga: Euro 2020: Penonton Dibatasi Hanya 25 Persen Kapasitas Stadion, Wajib Pakai Masker dan Jaga Jarak
Baca juga: ANDA HARUS TAHU! Pencoblosan Pilpres 28 Februari 2024 dan Pilkada Serentak 27 November 2024
Baca juga: Sayembara! Bagi yang Bisa Menemukan Obat Covid-19 Dapat Hadiah 10 Motor Bekas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sungai-brantas-di-jawa-timur-tercemar-popok-bayi_20170918_180217.jpg)