Berita Kudus
Sayembara! Bagi yang Bisa Menemukan Obat Covid-19 Dapat Hadiah 10 Motor Bekas
Sejumlah pemuda yang tergabung dalam karang taruna Tunas Muda Desa Wates, Kecamatan Undaan, Kudus menggelar sayembara penemu obat Covid-19
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Catur waskito Edy
Penulis: Rifqi Gozali
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Sejumlah pemuda yang tergabung dalam karang taruna Tunas Muda Desa Wates, Kecamatan Undaan, Kudus menggelar sayembara penemu obat Covid-19 berhadiah 10 sepeda motor bekas. Sayembara tersebut merupakan wujud keresahan para pemuda karena masih terdapat sejumlah warga yang belum percaya virus corona.
Keresahan mereka cukup beralasan. Di antara anggota karang taruna, ada 30 orang yang tergabung sebagai relawan pemakaman protokol Covid-19. Mereka biasa membantu pemakaman yang berlangsung di Kecamatan Undaan.
Ide sayembara itu muncul dari diskusi yang dilakukan para pemuda relawan pemakaman. Mereka prihatin sebab Covid-19 yang sudah merenggut banyak nyawa itu masih terdapat warga yang tidak disiplin protokol kesehatan, bahkan ada yang tidak percaya virus corona.
“Menyikapi keadaan saat ini, kami diskusi setelah penguburan Covid-19, banyak yang tidak percaya (virus corona). Ada yang percaya bisa menemukan obat, terus ada yang bisa menyembuhkan. Ada pula yang masih melakukan hal-hal yang bertentangan dengan aturan pemerintah,” ujar Ketua Tunas Muda, Suliyono, saat ditemui di Desa Wates, Jumat (4/6/2021).
Informasi sayembara tersebut mereka umumkan dalam bentuk flyer digital dan banner berukuran sekitar 4x2,5 meter. Banner itu dipasang di jalan raya Desa Wates atau Jalan Kudus-Grobogan.
Pada flyer maupun banner berisi informasi syarat bagi calon peserta berikut gambar hadiah sepeda motor. Adapun syaratnya yakni WNI atau WNA, sehat jasmani rohani, dan tidak ada batasan usia. Peserta juga tidak dipungut biaya.
“Hadiah (motor) dari teman-teman karang taruna. Itu motor mereka. Second. Tulus untuk membantu negara,” katanya.
Sayembara yang dibuka sejak 31 Mei sampai 12 Juni 2021 sampai saat ini memang belum ada yang daftar. Namun, beberapa orang ada yang datang ke posko karang taruna Desa Wates. Tercatat ada tiga orang yang datang ke sana.
“Ada tiga orang yang datang ke sini untuk daftar. Dari Desa Soco, dari Blora, yang satu tidak tahu namanya sampai sini malah ngobrol,” kata Mbah Yon, sapaan akrab Suliyono.
Selain itu ada sejumlah orang yang meneleponnya dengan maksud ingin mendaftar. Sedikitnya ada 12 orang yang telah menghubunginya. Misalnya saja penelepon asal Sidoarjo, Cilacap, dan Bandung.
Mereka yang datang dan yang menelepon malah jatuhnya menawarkan obat atau ramuan yang dianggap ampuh dan bisa menyembuhkan Covid-19.
“Malah banyak yang menawarkan obat, jadi namanya sayembara bukan mencari sales," kata dia.
Alasan para calon pendaftar itu urung mengikuti sayembara lantaran terdapat ketentuan yang cukup berat. Yakni sejak obat virus corona didaftarkan dalam sayembara, tiga bulan setelahnya WHO menyatakan status bebas Covid-19, maka peserta dinyatakan menang dan berhak membawa pulang 10 motor bekas.
“Dikiranya kami punya akses ke WHO, padahal tidak. Sejak daftar sayembara, tunggu tiga bulan melalui berita kalau WHO menyatakan bebas Covid-19 berarti menang,” katanya.