Apa Itu FWB? Istilah Berkencan Mirip dengan Teman Tapi Mesra TTM
Apa itu FWB? Istilah dalam dunia berkencan yang mirip dengan teman tapi mesra atau TTM .
Penulis: non | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM - Apa itu FWB? Istilah dalam dunia berkencan yang mirip dengan teman tapi mesra atau TTM .
FWB kini menjadi kosa kata bahasa gaul yang kerap digunakan di media sosial.
FWB merupakan salah satu istilah dalam dunia berkencan yang praktiknya kerap ditemui di kota-kota besar.
Istilah ini dianggap negatif dan identik dengan anak-anak muda yang menjalani hubungan tanpa status.
Baca juga: Apa Itu Bipolar? Kenali Gejala dan Cara Perawatannya
Baca juga: Apa Itu Rotator? Ini Arti Warna dan Aturannya Menurut Undang-undang untuk Kendaraan Pribadi
Baca juga: Apa Itu Doxing? Viral Seusai Selebgram Rachel Vennya Gelar Sayembara Rp 15 Juta
Baca juga: Apa Itu Insecure? Ini Ciri-ciri dan Cara Mengatasinya
Apa itu FWB?
FWB adalah singkatan dari Bahasa Inggris Friend With Benefit.
Secara harfiah Friend With Benefit berarti teman yang mengntungkan.
Jika dalam Bahasa Indonesia FWB layaknya istilah TTM atau teman tapi mesra.
Biasanya FWB adalah kesepakatan dua orang yang berteman yang melakukan hubungan seksual dalam hubungan pertemanan mereka.
Keduanya tetap mengaku berteman dan tak terikat status apa pun.
Keduanya hanya menggunakan satu sama lain sebagai pemenuhan kebutuhan semata.
Biasanya FWB tidak memperbolehkan salah satu pihak memiliki rasa lebih dari sekadar teman.
FWB tidak memerlu komitmen atau hubungan seperti pacaran dan menikah.
Setelahnya pun tidak harus saling mengerti perasaan, bertukar pesan, dan kegiatan-kegiatan orang pacaran atau menikah lainnya.
Bahkan di kota-kota besar orang yang telah memiliki pacar atau suami/istripun bisa jadi memiliki FWB.
Pasangan FWB tidak memiliki hak apa-apa setelah kegiatan mereka berdua selesai.
Tidak bisa cemburu, meminta pertanggung jawaban dan sejenisnya.
Friend with benefit berbeda dengan membayar perempuan atau laki-laki tuna susila, karena dilakukan atas dasar kesepakatan dua belah pihak.
Dari beberapa sumber, hal-hal ini yang perlu diperhatikan dalam menjalani FWB.
1. Jangan mengharapkan komitmen
Untuk melakukannya pelaku friends with benefits perlu memiliki pemahaman yang sama.
Jika saat menjalin fwb, pasangan tidak akan memberikan dukungan dan perhatian emosional
seperti yang biasa ditunjukan oleh pasangan dalam hubungan berkomitmen.
Seperti kencan formal, mengenalkan pada keluarga dan lainnya.
2. Tidak melibatkan emosi
Hal tersebut untuk menghindari kebingungan, perasaan sakit hati dan sinyal yang salah diartikan.
Dengan begitu koneksi tanpa ikatan bisa sebebas mungkin dari masalah.
3. Kesepakatan kedua belah pihak
Untuk menghindari sakit hati di masa mendatang, kedua belah pihak harus memahami sepenuhnya alasan menjalani hubungan tersebut.
Meskipun hubungan friends with benefits bisa saja berubah menjadi yang lebih tapi kemungkinan patah hati akan lebih besar jika melibatkan emosi sejak awal.
Jangan taruh ekspektasi terlalu tinggi dengan hubungan friends with benefits.
4. Bukan hubungan monogami
Penting diingat FWB bukanlah hubungan monogami.
Bisa saja salah satu di pihak sedang menjalani hubungan atau bebas berkencan dengan orang lain.
FWB bisa berakhir kapan saja dengan alasan apapun.
5. Sebatas pemenuhan kebutuhan
FWB hanya bisa berhasil jika kedua belah pihak benar-benar puas dengan peraturannya.
Apabila salah satu di antaranya tak mengalami kepuasan atau kesenangan dalam menjalani FWB tentu saja hubungan tersebut tak berhasil.
Jika sejak awal ingin ada komitmen maka mundur adalah solusi terbaik. (tribunjateng/non)
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-pacar-selingku_20170105_165902.jpg)