Breaking News:

Fokus

Fokus : Ini Akibatnya, Kami Harus Bagaimana?

Sepekan ini viral video yang disebut kepala desa di Kabupaten Kudus memberikan imbauan ke warganya dengan pengeras suara keliling kampung menggunakan

Editor: Catur waskito Edy
Istimewa
Tajuk Ditulis Oleh Jurnalis Tribun Jateng M Nur Huda 

Oleh M Nur Huda
Wartawan Tribun Jateng

Sepekan ini viral video yang disebut kepala desa di Kabupaten Kudus memberikan imbauan ke warganya dengan pengeras suara keliling kampung menggunakan mobil bak terbuka.

Yang jadi perhatian, imbauan disampaikan dengan narasi dan intonasi putus asa. Karena masih banyak warga yang abai terhadap protokol kesehatan atau prokes, tak memakai masker dan masih berkerumun.

“Ini akibatnya. Ketika kami negara mengatakan kau kena corona, kau salahkan negara. Terus kami harus bagaimana? Ketika kau diminta untuk protokol kesehatan, kau katakan itu hanya omong kosong. Ketika kau diminta pakai masker, membuat sesak nafas, tapi ketika kau sakit minta tolong ke dokter. Ayo Bu, sadarlah, anak-anak kita sudah bosan pengin masuk sekolah, Bu. Sadar, Pak. Sadar Nggih”.

Data yang dirilis Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pada Sabtu (5/6/2021), Indonesia melaporkan 6.594 kasus baru Covid-19 selama 24 jam terakhir. Indonesia kini memiliki 1.850.206 kasus Covid-19, tertinggi di Asia Tenggara. Total 51.449 orang meninggal.

Sementara, kasus aktif Covid-19 hingga saat ini berjumlah 96.973 orang, baik pasien dalam perawatan ataupun isolasi mandiri.
Adapun, Jawa Tengah peringkat tiga secara nasional dengan kasus positif ada 203.250 kasus dan 9.332 meninggal.

Setingkat di bawah Jawa Barat kasus positif ada 317.899 kasus, 4.281 meninggal. Tertinggi DKI Jakarta berjumlah 432.799 kasus positif, dan 7.256 meninggal.

Terdapat 13 daerah yang berstatus zona merah hingga Jumat (4/6/2021). Kenaikan daerah berstatus zona merah itu disebabkan oleh 9 kabupaten/kota yang statusnya berpindah ke zona merah. Satu di antarannya adalah Kabupaten Kudus.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut, perubahan status zonasi itu menunjukkan bahwa penanganan Covid-19 di wilayah tersebut harus diperbaiki.

Masyarakat dan pemerintah daerah juga jangan menganggap enteng zonasi risiko Covid-19.

Bupati Kudus, HM Hartopo telah mengeluarkan edaran untuk membatasi mobilitas warga dan gelorakan gerakan di rumah saja di akhir pekan. Satgas Covid-19 Kudus melakukan rapid tes secara acak kepada masyarakat yang tidak patuh.

Di Kabupaten Tegal, kasus covid-19 juga meningkat dua kali lipat pasca-libur Lebaran. Pemerintah daerah setempat membuat kebijakan memperketat penerapan prokes selama 2 minggu.

Bagi yang melanggar, dikenakan sanksi personal (sanksi sosial), kelembagaan (pelaku usaha), dan finansial (denda) Rp 100 ribu.
Pengetatan prokes wajib dilakukan hingga Satgas Desa. Camat selama dua minggu tidak boleh meninggalkan wilayah tugasnya. Camat harus ikut memantau tiap desa.

Secara global, tahun kedua pandemi ini juga berdampak ke penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi. Hingga kini, Saudi belum mengumumkan apakah Makkah dibuka untuk pelaksanaan Haji atau tidak dan berapa kuota untuk tiap negara di dunia.

Yang bisa dilakukan saat ini adalah terus memberikan pemahaman akan kesadaran ke masyarakat untuk taat prokes. Jika berharap pandemi segera berakhir, yang bisa dilakukan mencegah penularan dengan cara memperketat prokes sembari menunggu vaksinasi tuntas. (*)

Baca juga: Hotline Semarang : Anak-anak Nongkrong di Jangli Meresahkan Warga

Baca juga: Menparekraf: Desa Wisata Simbol Kebangkitan Ekonomi Nasional

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 8 kelas 3 SD Halaman 12 14 dan 15

Baca juga: Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia: Ketum DPP LDII: Memanfaatkan Bumi Boleh, Merawat Bumi Itu Wajib

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved