Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Permudah Siswa Terima Ijazah, SMAN 1 Wonotunggal Batang Berikan Layanan One Day Service

Pandemi Covid-19 yang belum usai juga untuk mengefisiensikan waktu dalam pengambilan ijazah.

Tayang:
Penulis: dina indriani | Editor: sujarwo
Istimewa
Salah satu siswa saat mengambil ijazah dengan pelayanan One Day Sevice di SMAN 1 Wonotunggal Batang, Senin (7/6/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pandemi Covid-19 yang belum usai juga untuk mengefisiensikan waktu dalam pengambilan ijazah, SMAN 1 Wonotunggal menerapkan sistem layanam One Day Service.

Para siswa-siswi pun akan semakin mudah dan cepat untuk menerima ijazah kelulusan.

Mereka cukup melakukan beberapa proses mulai dari mengantre dengan tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan.

Mendaftar, membubuhkan cap tiga jari hingga menerima ijazah kelulusan, hanya dalam waktu 5-10 menit.

“Kami merasa tidak tega kalau memaksa anak untuk datang ke sekolah. Kalau tidak dibagikan segera, sekolah masih punya beban untuk membagikan kepada siswa, tapi kalau proses cap tiga jari sampai pembagian ijazah diberikan dalam satu waktu akan lebih efektif dan efisien,” tutur Kepala Sekolah Muhammad Kuntoaji Senin (7/6/2021).

Dia menjelaskan pihak sekolah sepakat untuk membagikannya langsung kepada anak didik. 

“Kecuali bagi mereka yang tidak bisa datang karena ada keperluan mendesak, mayoritas anak didik kami berada di dalam kota jadi bisa mengambil dalam waktu tiga hari,” jelasnya.

Sebelumnya siswa kelas XII telah menempuh Ujian Sekolah sejak 29 Maret - 8 April 2021 yang digelar secara daring. 

“Tanggal 3 Mei lalu, 138 anak didik kami sudah dinyatakan lulus semuanya. Untuk jurusan MIPA 75 anak dan IPS 63 anak,” tuturnya.

Wakil Kepala Bidang Kurikulum Wisnu Ardlian Sugiyarto menambahkam, sistem ini dilakukan setelah pihak sekolah melakukan evaluasi selama beberapa waktu, ternyata ada sejumlah ijazah siswa yang belum terbagi.

“Setelah diselidiki ternyata ada beberapa siswa yang sudah kerja ke luar kota karena jarak pembagian ijazahnya terlalu lama, sehingga kami mengambil terobosan, begitu anak datang untuk cap tiga jari, rapor dan ijazah asli langsung bisa dibawa pulang,” jelasnya.

Di sisi lain, lanjut dia, pihak sekolah juga melakukan pendokumentasian secara digital terhadap ijazah, agar ketika ijazah milik siswa hilang atau terjadi hal yang tidak diinginkan, masih ada duplikatnya.

“Karena teknis sudah menjadi urusan sekolah, maka kami sudah mengkomunikasikannya dengan pengawas dan kepala sekolah juga menyampaikan kepada Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS),” terangnya.

Selama ini siswa yang telah lulus harus menggunakan Surat Keterangan Lulus sebagai pengganti ijazah.

Tapi setelah dibagikannya ijazah asli kepada siswa, bisa langsung digunakan untuk registrasi bagi yang diterima di perguruan tinggi dan bagi yang ingin bekerja bisa langsung untuk mendaftar.

Salah satu siswi kelas XII MIPA III Nur Azizah mengungkapkan, palayanan One Day Service yang diinisiasi oleh para guru sangat membantu siswa karena lebih efisien untuk mengambil ijazah.

“Sistem ini praktis, dari pada harus menunggu waktu lama dan harus bolak-balik ke sekolah, lebih baik diurus dalam satu hari sekalian,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved