Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

33 Warga Kudus Batal Karantina ke Donohudan Boyolali: Swab Negatif

Sebanyak 33 warga Kudus yang menjalani isolasi mandiri di rumah tidak jadi diberangkatkan ke Asrama Haji Donohudan Boyolali.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Daniel Ari Purnomo

Penulis: Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG COM, KUDUS - Sebanyak 33 warga Kudus yang menjalani isolasi mandiri di rumah tidak jadi diberangkatkan ke Asrama Haji Donohudan Boyolali.

Sebab, mereka dinyatakan negatif setelah dilakukan swab antigen sebelum diberangkatkan pada Selasa (8/6/2021).

Di antara warga yang dinyatakan negatif seketika ada yang sujud syukur di depan Rusunawa Bakalan Krapyak yang menjadi titik kumpul. Mereka tampak gembira setelah dinyatakan terbebas dari Covid-19.

"Tadi diswab antigen negatif  tapi tetap isolasi mandiri di rumah. Sampai tanggal 14 Juni," ujar salah seorang yang dinyatakan negatif, Johanes Sitorus, warga Kelurahan Purwosari Kecamatan Kota Kudus.

Ada juga warga Purwosari lainnya yang juga dinyatakan negatif. Namanya Dewi Agustina (35). Dia sudah menjalani isolasi baik di rumah sakit maupun di rumah selama dua minggu lebih.

Tentu hasil negatif yang Dewi terima membuatnya senang, sebab dia tidak jadi berangkat ke Asrama Haji Donohudan. Pasalnya, dia sedang hamil tua. Perkiraan sebulan lagi dia melahirkan.

"Senang karena saat ini hamil, tidak perlu menjalani isolasi di Asrama Haji Donohudan. Tapi habis ini akan tetap isolasi sampai 14 Juni," kata dia.

Plh Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Mas'ut, mengatakan, pada Selasa (8/6/2021) merupakan gelombang keempat pemberangkatan. Warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah disisir. Kemudian dikumpulkan di Rusunawa Bakalan Krapyak. 

Dari penyisiran tersebut terkumpul 121 warga. Masing-masing yang belum membawa bukti tes PCR atau hasil swab antigen, di situ diperiksa satu per satu. Hasilnya terdapat 33 warga yang negatif setelah diswab antigen.

Dari itu maka yang diberangkatkan ke Donohudan sebanyak 88 warga. Pemberangkatan menggunakan enam bus Polisi dan mendapatkan pengawalan ketat.

"Sehingga yang kami berangkatkan sore ini ke Donohudan sejumlah 88 orang. Terdiri laki-laki 50 dan perempuan 38," ujar Mas'ut.

Sementara itu, Bupati Kudus, HM Hartopo, berujar, warga tidak perlu khawatir ketika harus isolasi di Asrama Haji Donohudan. Hartopo memastikan, di sana terdapat fasilitas yang bagus berikut pasokan makanan yang memenuhi standar gizi.

"Fasilitas di sana lebih luas, lebih bagus. Untuk makan tiga kali memenuhi persyaratan kandungan protein. Vitamin juga dikasih. Di sana ada tim medis yang memantau untuk memperhatikan pasien sudah mencukupi semua. Tempat untuk senam olahraga juga ada instruktur," kata Hartopo.

Untuk itu, Hartopo berharap kepada setiap warga yang masih menjalani isolasi mandiri di rumah, dan jangka waktu isolasinya masih cukup panjang, disarankan untuk ke Donohudan. Sebab, kalau isolasi mandiri di rumah tidak ada yang memantau. Kemudian protokol kesehatan juga belum tentu ketat. Misalnya isolasi mandiri di rumah tapi masih berkumpul dengan anggota keluarga yang negatif. Menurutnya itu berbahaya.

"Daripada nanti lebih repot di rumah malah menyebarkan virus untuk keluarga maupun sekitar saya imbau di sana (Donohudan). Lebih aman. Artinya kami tetap bertanggung jawab," kata dia.

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved