Breaking News:

Berita Kabupaten Semarang

Pengusaha Karaoke Bandungan Protes Penutupan Usaha, Berharap Ada Kebijakan Khusus selama Pandemi

Pelaku usaha hiburan karaoke di Bandungan Kabupaten Semarang diminta untuk menutup sementara operasional. Bahkan tidak ada batas waktu yang jelas.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS
Seorang karyawan memasang pengumuman operasional karaoke tutup sementara di Karaoke SA Bandungan, Rabu (9/6/2021).  

Penulis: M Nafiul Haris

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang meminta pelaku usaha hiburan karaoke untuk menutup sementara operasional.

Imbauan tersebut tertuang dalam Instruksi Bupati Semarang nomor 14/2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro seiring meningkatnya angka kasus virus Corona (Covid-19).

Pemilik usaha karaoke SA Bandungan, Kabupaten Semarang Pujiono mengatakan selaku pengusaha tidak menjadi masalah, hanya saja pemberitahuan yang dinilai mendadak sangat disayangkan.

"Jadi begitu kami dapat pemberitahuan, besok paginya harus tutup sampai waktu tidak ditentukan. Ini mudah-mudahan ada kebijakan khusus di Bandungan, maksimal satu minggu misalnya," terangnya kepada Tribunjateng.com, Rabu (9/6/2021).

Baca juga: Bubarkan Kerumunan, Satpol PP Semarang Tutup McD setelah Antrean Pembeli Program Promo Mengular

Baca juga: Kabar Caddy Golf Cantik Rani Juliani, Dulu Bikin Heboh Indonesia Skandal dengan Ketua KPK

Baca juga: Jalan Karanggede-Wonosegoro Boyolali Bahayakan Pengendara

Baca juga: Video Kerumunan Antrean Vaksinasi Covid-19 di Gradhika Semarang Dibubarkan

Menurut Pujiono yang juga Ketua Asosiasi Karyawan Pariwisata (Akar) Kabupaten Semarang tersebut apabila usaha karaoke ditutup terlalu lama akan berdampak pada banyak hal mulai jasa salon kecantikan, tukang ojek, warung makan, pemilik kos, dan hotel.

Ia menambahkan, wilayah Kecamatan Bandungan selama ini telah spesifik atau dikenal sebagai lokasi hiburan, terutama karaoke.

Sehingga, jika penutupan terlalu lama, bahkan tidak ada batas waktu yang jelas dikhawatirkan berdampak negatif.

"Kami ada pekerja sebanyak 500 orang lebih yang tergabung di Akar. Itu belum penyanyi karena mereka sifatnya freelance. Jadi kami harap ada mekanisme meringankan. Kami juga tetap gaji mereka, meski tutup," katanya

Seorang karyawan Karaoke SA Bandungan, Rahayu mengaku pasrah dan hanya berharap pemerintah memberikan solusi terbaik.

Baca juga: Teror Begal Payudara Semarang Sasar Anak SMP, Pelaku Perut Buncit Berkaus Tulisan Youtube

Baca juga: Misteri Penemuan Mayat Gosong di Flyover Kramatsampang Brebes, Polisi Temukan Bekas Pembakaran

Baca juga: Kesaksian Warga Soal Begal Payudara di Depok, Korban Sudah Diikuti, Pelaku Beraksi di Lokasi Sepi

Sejak pelarangan tempat hiburan beroperasi dia baru saja kembali kerja sekira dua minggu.

Pendapatannya, selain untuk biaya hidup juga membayar utang pada beberapa waktu lalu.

"Gaji ya buat kebutuhan hidup itu pasti. Sisanya biaya kos, beli bensin, dan bayar utang untuk menabung masih belum bisa situasinya begini," ujarnya.

Ayu, begitu sapaan akrabnya, mengatakan, bersedia jika diwajibkan menerapkan protokol kesehatan dalam bekerja. Termasuk, apabila harus ada jam khusus operasional terpenting tetap bekerja. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved