Fokus
Fokus : Hallyu Indonesia, Mungkinkah?
Sesuai prediksi, menu kolaborasi McDonald's Indonesia dan BTS lewat BTS Meal, sukses menarik perhatian. Tak butuh waktu berjam-jam
Penulis: rika irawati | Editor: Catur waskito Edy
Rika Irawati
Wartawan Tribun Jateng
Sesuai prediksi, menu kolaborasi McDonald's Indonesia dan BTS lewat BTS Meal, sukses menarik perhatian. Tak butuh waktu berjam-jam, di hari pertama peluncuran, Rabu (9/6/2021), gerai makanan siap saji asal Amerika itu diserbu konsumen. Bahkan, sebelum pukul 11.00 WIB (pembukaan order), konsumen sudah terlihat antre.
Hingga akhirnya, antrean yang mengular menimbulkan kerumunan tak berjarak di gerai McDonald's. Di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir, kondisi ini mendorong Satgas Penanganan Covid-19 turun tangan.
Mereka membubarkan antrean konsumen maupun driver ojek online yang menunggu pesanan, hingga penyegelan. Di Kota Semarang, lima gerai McDonald's yang ada ditutup sementara sebagai sanksi.
Apa yang menarik dari BTS Meal ini? Dilihat dari isi paket yang terdiri dari 9 potong chicken McNuggets, medium fries, medium Cocacola, dan 2 bungkus saus, paket ini hampir sama dengan menu orisinal reguler McDonald's.
Pembedanya, dua saus yang disertakan berupa sweet chili dan cajun, yang hanya ada di paket tersebut. Juga, kemasan pembungkus makanan menggunakan dominasi warna ungu, warna identintas BTS. Ini berbeda dari bungkus makanan reguler McD yang dominan merah, putih, dan kuning.
Lalu, siapa BTS? BTS adalah boyband asal Korea Selatan. Boyband bernama Bangtan Sonyeondan alias Bangtan Boys ini beranggotakan tujuh orang cowok. Tak hanya olah vocal, mereka menarik perhatian lantaran gerak tari yang ditampilkan.
Mereka juga pernah menjadi pembicara di Sidang Umum PBB dan masuk nominasi Grammy Award 2021.
Fans BTS yang disebut Army, cukup fanatik. Dan ini, dimiliki hampir semua boyband dan girlband Korea Selatan. Itu sebabnya, banyak perusahaan besar menggunakan artis dari Negeri Gingseng sebagai duta merek atau brand ambassador untuk menggaet pasar Indonesia.
Termasuk, kerja sama yang tengah dilakukan McDonald's. Tujuan mereka satu, mendongkrak penjualan lewat militansi fans sang artis.
Demam Korea telah melanda Indonesia hampir 20 tahun terakhir. Selain lewat musik, mereka masuk ke hati penggemar lewat drama, film, variety show, yang merembet ke makanan dan budaya. Hallyu atau gelombang Korea Selatan pun telah merembet ke berbagai benua, termasuk Amerika dan Eropa.
Popularitas Korea Selatan lewat artis-artisnya pernah ditiru dunia hiburan kita. Sekitar tahun 2010, muncul beberapa boyband dan girlband yang berkiblat pada Korea Selatan.
Semisal Smash dan Cherrybelle. Sayang, popularitas mereka tak langgeng. Dalam beberapa tahun, mereka bubar.
Sebenarnya, sinetron dan musik dalam negeri pernah merajai dunia hiburan kita. Sayang, mereka tumbang lantaran ide dan penggarapannya lebih menuruti pangsa pasar. Pelaku industri hiburan di Tanah Air tidak bertindak sebagai pengontrol lewat beragam tema dan genre untuk memberi pilihan penonton tetapi mengikuti selera pasar.
Tak heran, muncul sinetron-sinetron kontroversi. Terbaru, Suara Hati Istri: Zahra yang memicu polemik. Sinetron yang menyajikan cerita adanya perkawinan anak dan bahkan mengunakan artis di bawah umur sebagai pemeran, menunjukkan pelaku industri hiburan kita tak peka terhadap isu-isu yang tak mendidik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/rika-irawati-wartawan-tribun-jateng.jpg)