Breaking News:

Berita Kriminal

Siswa Diusir dari Sekolah Karena Belum Bayar Uang Rp 1,7 Juta, Kepala Sekolah Tewas Ditikam Orangtua

Uang komite sekolah menjadi penyebab tewasnya Kepala SDI Ndora, Nangaroro, NTT. Kepsek bernama Deliana Azi itu meninggal ditikam dengan sangkur.

Editor: rival al manaf
Ilustrasi - Penikaman 

TRIBUNJATENG.COM, NTT - Uang komite sekolah menjadi penyebab tewasnya Kepala SDI Ndora, Nangaroro, NTT.

Kepsek bernama Deliana Azi itu meninggal ditikam dengan sangkur oleh orangtua murid, Selasa (8/6/2021).

Persoalannya bermula saat pelaku yang berinisial DD mendapati anaknya diusir dari sekolah.

Ia diminta pulang karena belum membayar uang sumbangan komite sekolah sebesar Rp 1.743.000.

Baca juga: Dua Pegawai Terpapar Corona, Pengadilan Agama Jepara Ditutup Sementara

Baca juga: Tekad Ganjar soal Perkawinan Anak di Jateng: Tak Hanya Turunkan, Tapi Hapuskan

Baca juga: Dua Siswa SDN 1 Sokanegara Purwokerto Positif Covid-19, Pembelajaran Dialihkan Secara Daring Kembali

Baca juga: Update Virus Covid-19 Jawa Tengah Kamis 10 Juni 2021

Mendengar hal itu, DD kemudian mendatangi sekolah.

Menurut Kapolsek Nangaroro Iptu Sudarmin Syafrudin, DD emosi lantaran anaknya diusir.

Lalu, saat meminta penjelasan Deliana, emosi pria asal Desa Ulupulu, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu semakin meluap saat mendengar ancaman korban yang hendak melapor ke polisi.

"Setelah mendengar ancaman kepala sekolah, pelaku bangun dan langsung mencabut pisau sangkur serta langsung menikam korban mengenai bagian perut sebelah kanan," kata Sudarmin.

Sudarmin menjelaskan, sangkur yang digunakan DD adalah milik kepala desa.

Pisau sangkur itu diambil saat DD datang ke rumah kades untuk mengadu perihal kondisi anaknya yang diusir sekolah.

"Pada saat itu juga, pelaku melihat sangkur milik Kepala Desa yg digantung di dinding ruangan tamu dan langsung mengambil tanpa pemberitahuan."

Baca juga: Update Virus Covid-19 Jawa Tengah Kamis 10 Juni 2021

Baca juga: Chord Kunci Gitar Bedo Dalane Woro Widowati Ft Evan Loss

Baca juga: Innalillahi wa Inna Ilaihi Rojiun: Sukisno Kepala SMPN 2 Tlogowungu Pati Tewas Kecelakaan

"Saat itu juga pelaku menuju ke sekolah," kata Sudarmin.

Setelah menikam, DD menyerahkan sangkur itu ke petugas keamanan sekolah dan datang ke kantor polisi bersama kepala desa setempat. 

Atas perbuatan itu, DD dijerat Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dan terancam 2,8 tahun penjara. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kalap Anak Diusir Sekolah, Orangtua Tikam Kepsek hingga Tewas, Ini Penyebabnya"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved