Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Inspire Slawi

Ganjar Pranowo Apresiasi Satgas Jogo Tonggo di Desa Randusari Kabupaten Tegal

Lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal mendapat perhatian Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dengan mengenakan pakaian adat jaw

(ISTIMEWA) Humas Pemkab Tegal.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat melakukan tinjauan ke Desa Randusari, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal yang sedang melaksanakan karantina wilayah karena 82 warganya terpapar Covid-19, Kamis (10/6/2021) kemarin. 

Penulis: Desta Leila Kartika 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI – Lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal mendapat perhatian Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dengan mengenakan pakaian adat jawa, Ganjar meninjau Desa Randusari, Kecamatan Pagerbarang, Kamis (10/6/2021) kemarin. 

Di sini, Ganjar mengapresiasi peran Satgas Jogo Tonggo desa setempat karena tengah melakukan penjagaan pada 70 orang warganya yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Saat meninjau Posko Satgas Jogo Tonggo Desa Randusari, Ganjar mengaku terkesan dengan kekompakan dan semangat kegotongroyongan warga setempat. 

“Ini bagus, bukti masih adanya keguyuban di tengah masyarakat. Ada semangat gotong royong, saling membantu kepada mereka yang sedang menjalankan isolasi mandiri. Jogo Tonggo konsepnya adalah kekuatan dari masyarakat yang saling bergotong-royong,” kata Ganjar, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Jumat (11/6/2021).  

Ganjar pun berharap, seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Tegal dapat menerapkan program Jogo Tonggo. 

Ia pun menitip pesan pada Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal agar lebih aktif mengadakan operasi yustisi.

“Ketika semua desa dapat menerapkan Jogo Tonggo dengan baik dan masyarakat patuh menerapkan protokol kesehatan, harapannya laju penyebaran kasus Covid-19 dapat ditekan,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Ganjar juga menyampaikan jika Pemkab Tegal harus memiliki skenario taktis manakala terjadi ledakan kasus Covid-19. 

Salah satunya, sambung Ganjar, menambah kapasitas tempat tidur pasien Covid-19, baik di ruang ICU maupun kamar isolasi. 

Selain itu, tempat isolasi terpusat juga perlu disiapkan, bisa menggunakan hotel atau wisma, bahkan bila perlu memanfaatkan gedung sekolah.

“Cek selalu bed occupancy rate (BOR) di setiap rumah sakit. Bila ada lonjakan kasus dan kekurangan tempat tidur, bisa memanfaatkan fasilitas Puskesmas terdekat. Jika masih kekurangan juga, bisa minta bantuan ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk dukungan tempat isolasi terpusat. Seperti Bupati Kudus yang mengirimkan pasien Covid-19-nya ke Donohudan, juga Bupati Demak yang meminta bantuan tempat isolasi milik provinsi yang ada di Semarang,” jelas Ganjar.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Tegal Sabililah Ardie mengungkapkan, jika jumlah warga Desa Randusari yang terkonfirmasi positif Covid-19 pasca libur Lebaran lalu mencapai 82 orang. 

Rinciannya, 70 orang sedang menjalani isolasi mandiri, 6 orang dirawat di RSUD dr Soeselo Slawi, dan 6 orang meninggal dunia.

Ardie menambahkan jika pihaknya bersama unsur TNI-Polri juga masih terus menggelar operasi yustisi di sejumlah tempat. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved