Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Universitas Semarang

BEM Psikologi USM Semarang Gelar LDK Tingkatkan Softskill Mahasiswa

Pelatihan yang dikemas dalam Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) ini dibuka oleh Dekan Fakultas Psikologi USM Dr L Rini Sugiarti MSi Psikolog.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Acara LDK yang diselenggarakan BEM Fakultas Psikologi USM 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menjadi mahasiswa di saat pandemi harus kreatif, inovatif, solutif, produktif, dan mengikuti perubahan yang ada.

Hal inilah yang mendorong Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi Universitas Semarang (USM) menggelar pelatihan pada 12-13 Juni.

Pelatihan yang dikemas dalam Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) ini dibuka oleh Dekan Fakultas Psikologi USM Dr L Rini Sugiarti MSi Psikolog dan diikuti 156 peserta.

Dalam sambutannya Rini mengatakan tujuan dari LDK ini adalah melatih dan mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi seorang pemimpin.

“LDK yang digelar oleh BEM Psikologi USM ini bertujuan untuk melatih menjadi seorang pemimpin, menambah soft skill mahasiswa dan kami dari fakultas sangat mendukung kegiatan ini,” ungkap Rini.

“Dengan adanya peningkatan penyebaran pandemi covid-19 di Kota Semarang dan sekitarnya seperti Demak, Kudus, Grobogan, Kendal kita harus tetap aktif dalam pembelajaran walaupun dilakukan secara daring,” tambahnya.

Menurut panitia Reza Maulana, para peserta ini mendapatkan materi motivasi, leadership, kode etik, teknik negosisasi, manajemen konflik, pengambilan keputusan dan teamwork.

Pemateri pada LDK adalah Rektor USM Andy Kridasusila SE MM, Soiful Hadi MKom, Markus Nanang Irawan MPsi, Lukman Nur Hakim SPsi, Anna Dian Savitri MPsi, Yudi Kurniawan MPsi Psikolog dan Sentot Banyuaji STp.

Dalam materinya Rektor USM Andy Kridasusila mengatakan bahwa seorang pemimpin harus memiliki 5As yaitu kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja tuntas, dan kerja pantas.

“Seorang pemimpin ketika di depan harus memberikan contoh, saat di tengah memberikan semangat kepada yang pimpin, dan jika di belakang mendorong sebagaimana yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantoro Ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani,” ungkap Andy. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved