Kamis, 4 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

ICONTREES 2026 UIN Saizu Hadirkan Akademisi Empat Negara Bahas Ekoteologi dan Keberlanjutan Global

ICONTREES 2026 UIN Saizu mempertemukan akademisi dunia membahas ekoteologi, lingkungan, dan keberlanjutan global.

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
ICONTREES 2026 UIN Saizu mempertemukan akademisi dunia membahas ekoteologi, lingkungan, dan keberlanjutan global. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO- UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto kembali menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan kajian keislaman bertaraf internasional melalui penyelenggaraan The 5th Saizu International Conference on Transdisciplinary Religious Studies (ICONTREES).

Konferensi internasional yang digelar oleh International Office UIN Saizu tersebut berlangsung pada Rabu (3/6/2026) di Hall Perpustakaan UIN Saizu.

Kegiatan mengusung tema “Beyond the Cosmos: Transdisciplinary Perspectives on Ecotheology and Global Sustainability.”

Konferensi ini menghadirkan akademisi dan peneliti dari berbagai negara untuk mendiskusikan isu-isu ekoteologi, keberlanjutan lingkungan, serta tantangan global yang membutuhkan pendekatan lintas disiplin ilmu.

Kegiatan ini diikuti ratusan mahasiswa, akademisi, serta peserta yang mengirimkan karya ilmiah mereka.

Selain plenary session, konferensi juga menghadirkan presentasi paralel dari para peneliti yang memaparkan hasil kajian mereka terkait agama, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.

Konferensi internasional tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan. 

Dalam sambutannya, Prof. Ridwan menegaskan bahwa tema ICONTREES tahun ini merupakan langkah penting dalam menjawab berbagai tantangan global yang semakin kompleks, terutama terkait perubahan iklim dan krisis ekologis.

“Perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan krisis ekologi bukan lagi ancaman yang jauh, melainkan realitas yang sedang kita hadapi saat ini. Melalui perspektif ekoteologi, kita diingatkan bahwa alam semesta merupakan amanah suci yang harus dijaga bersama,” ujar Prof. Ridwan.

Menurutnya, konsep Beyond the Cosmos mengajak para akademisi untuk melampaui cara pandang yang sempit dan sektoral.

Persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan hanya dengan satu disiplin ilmu, tetapi membutuhkan kolaborasi antara kajian agama, ilmu lingkungan, kebijakan publik, hingga kearifan lokal.

“Melampaui kosmos berarti melampaui batas-batas pemikiran yang terkotak-kotak. Kita membutuhkan pendekatan transdisipliner, di mana nilai-nilai Al-Qur’an bertemu dengan ilmu lingkungan, etika agama memberikan arah bagi kebijakan global, dan kearifan tradisional memperkuat praktik keberlanjutan modern,” katanya.

Prof. Ridwan juga menyampaikan UIN Saizu berkomitmen membangun jembatan antara iman, ilmu pengetahuan, dan upaya menjaga keberlanjutan kehidupan di bumi.

Ia menyambut kehadiran para pembicara utama dari Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Amerika Serikat yang dinilai akan memperkaya perspektif peserta mengenai isu keberlanjutan global.

Pada kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada 28 presenter dari empat negara yang akan mempresentasikan hasil penelitian mereka dalam sesi paralel.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved