Breaking News:

OPINI

OPINI : Perempuan (Bukan) Turun Mesin

MESIN memiliki batas guna. Batas guna itu ditentukan oleh pemakaian dan durasi penggunaan. Semakin lama digunakan maka akan semakin aus dan berkurang

ILustrasi kosmetik(KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO) 

Oleh Tri Umi Sumartyarini

Alumni S2 Undip dan Pemerhati Iklan Kosmetik

MESIN memiliki batas guna. Batas guna itu ditentukan oleh pemakaian dan durasi penggunaan. Semakin lama digunakan maka akan semakin aus dan berkurang fungsinya.

Sebagaimana mobil, semakin lama digunakan maka semakin aus onderdil atau sparepart-nya dan fungsi berkurang, harus mengalami perawatan yang lebih intens. Akhir-akhir ini ada seorang tokoh yang mengibaratkan perempuan itu seperti mesin dengan istilah turun mesin.

Kondisi di mana perempuan tidak lagi fit seperti sedia kala setelah beberapa kali melahirkan.

Tubuh perempuan diibaratkan sebagai onderdil mesin yang performanya tidak lagi prima seperti kulit kendur, lemak yang menumpuk, selulit, stretchmark adalah layaknya mesin yang aus dan perlu diturunkan untuk diperbaiki. Maka solusinya adalah diberi pil diet, dikembalikan kekencangan elastisitas kulitnya, disusutkan kadar lemaknya.

Beragam pil diet, teh diet, susu diet, kopi diet, treatment khusus, liposuction dan operasi pun ditawarkan. Produk dengan iklannya, menawarkan perempuan yang ‘turun mesin’ itu untuk kembali fit dan menarik.

Sri Wiryanti B.U (2004) menyampaikan pada dasarnya, iklan dirancang untuk mempengaruhi, membujuk, dan memikat konsumen untuk loyal, percaya, yakin, puas, bahkan fanatik terhadap produk yang ditawarkan. Berikut ini akan kita lihat beberapa iklan produk kecantikan.

Iklan-iklan itu menunjukkan dari waktu ke waktu solusi bagi perempuan yang turun mesin. Dalam sebuah iklan, seorang model berpakaian bikini terlihat jijik menjauhi sesuatu. Kedua tangannya direntangkan ke belakang menolak tulisan “selamat tinggal kegemukan”.

Rupanya itu merupakan gambaran sebuah iklan obat pelangsing bertajuk “newshape”. Iklan tersebut terpampang di dalam majalah Intisari edisi Desember 1993.

Halaman
123
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved