Breaking News:

Berita Nasional

Pengadaan Alutsista Butuh Proses Panjang, Butuh Uang Muka Baru Dikerjakan

Pengadaan Alat Utama Sistem Persenjataan ( Alutsista) di Kementerian Pertahanan ( Kemenhan) masih membutuhkan proses panjang, belum dapat dilakukan da

Editor: m nur huda
pixabay
Ilustrasi Alutsista kapal selam mengarungi lautan 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pengadaan Alat Utama Sistem Persenjataan ( Alutsista) di Kementerian Pertahanan ( Kemenhan) masih membutuhkan proses panjang, belum dapat dilakukan dalam waktu dekat.

Perjanjian kerja sama (PKS) pengadaan Alutsista oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan dua produsen asal Italia serta Prancis baru tahap awal.

Pengamat militer, Alman Helvas mengatakan, kontrak tersebut belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat.

"Itu baru kontrak awal (preamble contract). Jadi, kemudian kontrak itu juga belum berlaku (coming into force), jadi kontrak itu klausulnya belum berlaku sekarang," ucapnya saat dihubungi di Jakarta, Minggu (13/6/2021).

Sekalipun sudah pada tahap coming into force, kerja sama juga belum bisa dieksekusi hingga masuk tahapan tanggal kontrak berlaku efektif (effective date of contract).

Pada fase ini, pihak pembeli harus sudah membayar uang muka, produsen kemudian memproduksi alutsista yang dipesan.

"Nah, dari tahap yang sekarang, kontrak sudah ditandatangani tetapi belum berlaku, sampai effective date of contract itu jangkanya masih panjang," ucapnya.

Karenanya, menurut Alman, PKS pengadaan alutsista tersebut tidak perlu diributkan.

Apalagi, Kemenhan masih diharuskan membahasnya bersama instansi terkait lainnya.

"Keputusan terakhir bukan di Kemenhan karena untuk keuangannya ada di Kementerian Keuangan. Kan, kontrak kalau enggak ada uangnya juga enggak bisa jalan. Jadi, kuncinya ini ada di Kementerian Keuangan," tuturnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved