Berita Solo
Covid-19 Varian Baru Meluas, Gibran: Tenang, Solo Masih Aman
Terkait kabar penemuan kasus covid-19 varian baru atau varian India di sejumlah daerah di Solo Raya membuat Pemkot Solo melakukan antisipasi.
"Hari ini akan ada 20 orang yang di swab tes, jumlah tersebut kemungkinan besar akan bertambah," ucapnya.
Ledakan di Klaten Akibat Kudus
Kasus penularan Covid-19 di Desa Tijayan, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten terus meluas.
Sejauh ini berdasarkan data Satgas Covid-19 Kecamatan Manisrenggo ada 46 warga Desa Tijayan yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Klaster ini bermula dari pemuka agama pulang dari Kabupaten Kudus yang kini diamuk oleh kasus Corona.
Dampaknya, satu wilayah RT di Desa Tijayan terpaksa dilakukan karantina wilayah (lockdown).
"RT ini sudah dua kali lockdown karena terus ditemukan kasus penularan Covid-19," kata Camat Manisrenggo, Rahardjo Budi Setiyono pada Rabu (9/6/2021).
Dijelaskan Budi, lockdown pertama dilakukan pada 28 Mei 2021.
"Kemarin pada Selasa (1/6/62021) sudah dibuka lagi, tapi sejak Selasa (8/6/2021) kemarin lockdown lagi," terangnya.
Diakuinya ia tidak bisa memastikan berapa lama lockdown di RT tersebut akan diberlakukan.
"Tidak tahu lockdown-nya sampai kapan, tergantung dengan keseriusan pemerintah desa setempat dalam menangani kasus itu," ujarnya.
Lebih lanjut menyampaikan, imbas klaster pascalebaran ini, pihaknya akan melakukan pelacakan kontak kepada 88 orang.
"Sebanyak 58 orang akan menjalani tes swab berbasis reaksi berantai polimerase (polymerase chain reaction)," kata dia.
Sedangkan 30 orang lainnya akan menjalani rapid test antigen.
"Untuk lokasi tes swab PCR akan dilaksanakan di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Yang rapid test antigen di puskesmas," katanya.
Berawal dari Kudus
Teka-teki sumber penularan dan penyebaran Covid-19 di Desa Tijayan, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten mulai terungkap.
Camat Manisrenggo, Rahardjo Budi Setiono mengatakan, ada seorang pemuka agama berinisial S yang baru saja pulang dari Kudus, Jawa Tengah.
"S ini adalah salah satu pemuka agama di wilayah situ," ujarnya, Rabu (9/6/2021).
Setelah dari Kudus, S kembali ke Klaten dan timbul gejala terkait dengan Covid-19.
"Tapi yang bersangkutan tetap berkomunikasi dengan warga yang lain."
"Bahkan dia sempat memimpin salat di suatu musala yang diikuti enam orang jemaah," papar Budi.
Walau sudah merasakan ada gejala, S tidak kunjung memeriksakan diri.
"Dia mungkin tidak tahu kalau sudah tertular virus corona. Itu pun sempat jadi imam saat salat ied lebaran kemarin," ungkapnya.
Menurutnya, setelah kondisi S mulai parah, dia langsung memeriksakan diri ke bidan setempat.
"Ternyata benar dia sudah terpapar Covid-19. Untuk itu klaster ini termasuk klaster pascalebaran karena ketahuannya usai lebaran," katanya.
(*
Berita terkait varian India
Berita terkait Gibran
Berita terkait covid-19
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Heboh Virus Covid-19 Varian Baru B 1617 di Solo Raya, Begini Tanggapan Wali Kota Gibran
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kolose-gibran-saat-keliling-mengembalikan-uang-pungli-dan-muncul-tulisan-pasca-lurah-suparno.jpg)