Breaking News:

Berita Sragen

Kasus Covid-19 di Sragen Terus Meningkat, Salat Jumat dan Salat Lima Waktu Dilarang di Masjid

MUI Sragen mengeluarkan Tausiyah tentang Penyelenggaraan Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: sujarwo
Istimewa
Ilustrasi. Tausiyah kebangsaan bersama Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Dr KH Marsudi Syuhud, MA yang diikuti DPW dan DPD LDII di seluruh Indonesia secara daring, Minggu (13/6/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sragen mengeluarkan Tausiyah tentang Penyelenggaraan Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19 Nomor: 01/DP-K.XIII-34/T/VI/2021.

Tausiyah tersebut berisi larangan dilaksanakannya salat Jumat dan digantikan dengan salat zuhur di tempat masing-masing atau di rumah masing-masing.

Hal ini dilakukan akibat penyebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Sragen yang menunjukkan peningkatan signifikan, hingga berada di zona merah.

Ketua Umum MUI Sragen, KH Minanul Aziz ketika dikonfirmasi Tribunjateng.com mengatakan hal telah diatur dalam Fatwa Nomor 14 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan ibadah dalam situasi wabah Covid-19.

Fatwa tersebut berisi Setiap orang wajib melakukan ikhtiar menjaga kesehatan dan menjauhi setiap hal yang dapat menyebabkan terpapar penyakit karena itu merupakan bagian dari menjaga tujuan pokok beragama (al-Dharuriyat al Khams).

"Dalam kondisi penyebaran covid-19 tidak terkendali di suatu kawasan yang mengancam jiwa, umat Islam tidak boleh menyelenggarakan salat Jumat di kawasan tersebut,"

"sampai keadaan menjadi normal kembali dan wajib menggantikannya dengan salat zuhur di tempat masing-masing," terangnya, Selasa (15/6/2021).

Dia melanjutkan demikian juga tidak boleh menyelenggarakan aktivitas ibadah yang melibatkan orang banyak dan diyakini dapat menjadi media penyebaran covid-19 seperti jamaah salat lima waktu serta menghadiri pengajian umum dan majelis taklim.

Selanjutnya, rekomendasi fatwa MUI yang menyatakan "umat Islam wajib mendukung dan mentaati kebijakan pemerintah yang melakukan isolasi dan pengobatan terhadap orang yang terpapar covid 19 agar penyebaran virus tersebut dapat dicegah.

Minan mengatakan, meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dengan tetap mematuhi protokol kesehatan 5M. Mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas dengan ketat.

Dilarangnya salat jumat dan salat jamaah lima waktu di tempat ibadah agar dikerjakan dirumah masing-masing ini sampai kondisi Sragen berada pada zona kuning/hijau.

Upaya ini juga dibarengi dengan keluarnya SE dari Kankemenag Sragen terkait pelarangan salat Jumat dan salat wajib di masjid.

Kassubag Tata Usaha Kankemenag Sragen, Khumaidin mengatakan pihaknya telah memberitahukan ke seluruh tempat ibadah baik masjid, mushola, gereja, kapel, vihara, pura dan lainnya.

"Kami sudah mengirimkan surat kepada seluruh tempat ibadah, kami juga meminta pejabat lingkungan Kankemenag agar mensosialisasikan pola hidup bersih dan sehat," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved