Breaking News:

Berita Sragen

Kementerian PPPA Lakukan Verifikasi Lapangan Hybrid, Bupati Yuni : Target Kita Madya

Tim Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) melakukan Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH) Kabupaten Sragen

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Mahfira Putri
Pelaksanaan Verifikasi Lapangan Hybrid KLA Sragen di aula Sukowati, Rabu (16/6/2021) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Tim Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) melakukan Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH) Kabupaten Sragen secara virtual, Selasa (16/6/2021).

Verifikasi di Sragen sendiri dipimpin oleh Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati didampingi Ketua Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA), Zubaidi, Sekda Sragen Tatag Prabawanto, Plt Kadis DP3AP2KB Kabupaten Sragen, Yuniarti.

Ketua Gugus Tugas KLA Zubaidi mengatakan KLA ialah kabupaten/kota dengan sistem pembangunan yang menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak yang dilakukan secara terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan

Lebih lanjut ia mengatakan terdapat lima klaster dalam upaya Sragen menuju KLA pertama ialah hak sipil dan kebebasan, kedua lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif.

Ketiga kesehatan dan kesejahteraan keempat pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya serta klaster terakhir perlindungan khusus.

Biasanya penilaian atau verifikasi memang dilakukan secara langsung, karena Pandemi Covid-19 dilakukan verifikasi secara virtual.

Sementara itu, Bupati Yuni berharap penilaian secara virtual ini akan berhasil dan sesuai dengan verifikasi mandiri. Dari penilaian mandiri, Kabupaten Sragen mendapat nilai 755.

"Skor mandiri kita 755, semoga sesuai dengan yang diverifikasi hasilnya. Karena kan secara virtual, penilaian penilaiannya langsung ke lapangan," kata Yuni.

Yuni mentargetkan KLA Sragen 2020 pada predikat Nindya, dimana di tahun-tahun sebelumnya Sragen masuk di predikat Madya.

Pihaknya juga telah melakukan berbagai upaya agar KLA Sragen masuk predikat Madya mulai dari penambahan anggaran, melengkapi fasilitas, mengerahkan seluruh dinas dan masih banyak lagi.

"Semua kita kerahkan, terutama anggaran di masing-masing dinas kita tambahkan. Menggerakkan seluruh klaster, melengkapi fasilitas dan masih banyak lagi," lanjut Yuni.

Yuni melanjutkan banyak evaluasi yang harus ditingkatkan dari tahun lalu, salah satunya ialah kasus pernikahan dini. Kini pihaknya telah membuat Perda, Perbup dari segi legalitas.

Selain itu pengoptimalan forum anak juga menjadi fokus pihaknya. Yuni mengaku banyak hal yang harus diperbaiki, namun hal-hal kecil.

"Banyak hal yang harus diperbaiki dari hal-hal kecil. Sedangkan fokus pemerintah daerah kan banyak, sekarang untuk anak harus ini harus itu dan sebagainya."

"Mudah-mudahan kalau mendapatkan predikat Nindya kita mendapatkan dana insentif daerah," harapnya. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved