Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Perbankan

Ada Apa Direksi dan Komisaris KB Bukopin Ramai-ramai Mengundurkan Diri Menjelang RUPS?

Ada apa menjelang RUPS direksi dan komisaris KB Bukopin ramai-ramai mengundurkan diri? Kabar jajaran komisaris dan komisaris PT Bank KB Bukopin

Tayang:
KONTAN/Carolus Agus Waluyo
Direktur Utama PT Bank Bukopin Rivan Achmad Purwanto 

TRIBUNJATENG.COM -- Ada apa menjelang RUPS direksi dan komisaris KB Bukopin ramai-ramai mengundurkan diri? Kabar jajaran komisaris dan komisaris PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) ramai-ramai mengundurkan diri sebelum penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada Kamis (17/6). 

 
Rivan A Purwantono yang mengundurkan diri sebagai direktur utama perseroan. Surat pengunduran dirinya telah dilayangkan pada 15 Juni 2021.

"Pengunduran diri tersebut akan diputuskan dalam RUPS Tahunan pada 17 Juni," ungkap Sekretaris Perusahaan Bank Bukopin Meliawati dalam keterangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (17/6).

Selanjutnya,  Adhi Brahmantya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai direktur yang diajukan  pada 16 Juni dan akan berlaku efektif pada 16 Juli 2021.

Lalu, Jong Hwan Han mengundurkan diri selaku direktur Bank Bukupin yang diajukan melalui surat pada tanggal 15 Juni 2021 dan berlaku efektif pada tanggal 15 Juli 2021.

Dari jajaran komisaris, ada dua yang mengundurkan diri yakni Deddy SA Kodir dan Chang Su Choi dimana keduanya mengajukan surat resign masing-masing pada 16 Juni dana 15 Juni. Pengunduran diri Deddy akan efektif pada 16 Juli 2021. 

Saat ini, saham Bank KB Bukopin sudah sah dikendalikan oleh KB Kookmin setelah sepakat berdamai dengan Bosowwa Corporindo. 

Per 30 Mei 2021, saham Bank Bukopin dimiliki oleh KB Kookmin Bank 67%. Adapun Bosowa Corporindo 9,7%, Negara Republik Indonesia 3,18%, dan masyarakat mencapai 20,12%.

Ditunjuk jadi bos Jasa Raharja

Kementerian Menteri BUMN memberikan penugasan kembali kepada Rivan A Purwantono sebagai Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero).

Hal itu sesuai dalam keputusan rapat umum pemegang saham (RUPS) PT Jasa Raharja (Persero) yang digelar pukul 09.00 WIB pada Kamis (17/6).

Atas pengangkatan tersebut, maka pada RUPS Tahunan (RUPST) KB Bukopin yang dilaksanakan sejak pukul 10.00 WIB menerima pengunduran Rivan Achmad Purwantono.

Rivan mengungkapkan bahwa ia telah rampung dalam menyelesaikan tugasnya untuk penyelamatan dan recovery Bukopin pasca krisis tahun lalu.

“Bagi saya, semua ini merupakan perjalanan hidup yang luar biasa, setiap tugas yang diberikan kepada saya merupakan mandat yang harus dijalankan sebaik mungkin.

Saya bersyukur mendapatkan perjalanan luar biasa ini. Saya mengenal tata Kelola keuangan, operasional KAI hingga melakukan mapping penumpang.

Melalui mapping tersebut saya mengoptimalkan aplikasi KAI Acess”, ungkap Rivan dalam keterangan tertulis pada Kamis (17/6).

Sosok Rivan A Purwantono bukan orang baru di KB Bukopin, Rivan mengawali karirnya di Bukopin sejak tahun 2006 dan menjabat sebagai Private Banking Group Head.

Ia sempat melahirkan inovasi satu bisnis baru dengan menciptakan priority banking dengan melakukan development, pengembangan segmen khususnya segmen consumer dengan beberapa tahapan yakni mass, personal hingga prioritas. 

Hampir 15 tahun menjadi bagian dari KB Bukopin, Rivan Achmad Purwantono meniti karir mulai menjadi kepala divisi, general manager hingga menjadi direktur.

Selain itu, Kementerian BUMN untuk menjadi Direktur Keuangan dan IT di PT KAI pada Mei 2020.

“Saya bersyukur mendapatkan perjalanan luar biasa ini. Saya mengenal tata Kelola keuangan, operasional KAI hingga melakukan mapping penumpang. Melalui mapping tersebut saya mengoptimalkan aplikasi KAI Acess”, ungkap Rivan. 

Juni 2020, Rivan kembali mendapat mandat dari Menteri BUMN untuk membantu penyelamatan Bukopin. Saat itu, Bukopin harus menghadapi krisis likuiditas, adanya pemberitaan negatif dan isu hoaks.

Menghadapi dinamika yang harus dihadapi Bukopin, membuat Rivan segera melakukan upaya penyelamatan. Rivan menyadari Bukopin membutuhkan dukungan dari seluruh pihak.

“Menyadari kondisi Bukopin saat itu, saya merasa dukungan dari seluruh pihak sangat penting. Dukungan regulator (OJK), pemerintah, pemegang saham dan juga media hingga kerja keras karyawan sangat dibutuhkan”, tutur Rivan. 

Rivan berupaya untuk mengembalikan citra dan kepercayaan nasabah. Diawali dengan adanya private placement dari KB Kookmin hingga KB Kookmin resmi menjadi Pemegang Saham Pengendali, proses rebranding untuk memperkuat brand image perseroan. 

Naiknya peringkat Fitch Rating yang sebelumnya di Bulan Agustus 2020 mendapat peringkat idAA- kini menjadi idAAA pada 21 Oktober 2020, begitupun dengan peringkat Pefindo yang sebelumnya idAA meningkat di bulan Juni menjadi idAAA, adanya proses perbaikan internal control, pengembangan infrastruktur IT menggunakan KB Generation System hingga adanya perdamaian antara Bosowa dan KB Kookmin secara gradual disebutnya berhasil mengembalikan kepercayaan nasabah. (*)

Baca juga: Terungkap Cara Anji Pesan Ganja di Situs Amerika, Gunakan ID Bro yang Kini Diburu Polisi

Baca juga: Apakah Vaksin Covid-19 Masih Ampuh Tangkal Delta Ditemukan di Kudus? Ini Kata Ahli UGM

Baca juga: Melenjitnya Harga Minyak Dunia Dituding Jadi Biang Keladi Harga Kemasan Naik

Baca juga: Unika Soegijapranata Pakai Inovasi Teknologi Mixed Reality, Wisuda Jadi Terasa Nyata Meski Daring

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved