Berita Jateng

Ganjar Minta Asrama BPSDMD Jateng di Srondol Semarang Dioptimalkan untuk Isolasi Terpusat

Tempat isolasi terpusat di kompleks Komplek Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah.

Istimewa
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat meninjau tempat isolasi terpusat di Gedung BPSDM Jateng di Srondol Kota Semarang. 

Penulis: Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Tempat isolasi terpusat di kompleks Komplek Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah di Srondol, Banyumanik, Kota Semarang, kembali dioptimalkan.

Hal itu dilakukan untuk menyikapi tren peningkatan kasus penyebaran Covid-19 di Jawa Tengah dalam beberapa pekan terakhir.

Di beberapa daerah, tingkat keterisian atau okupansi tempat tidur isolasi (Bed Occupancy Rate/BOR) juga tinggi. Catatan Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, ada 17 kabupaten dan kota yang memiliki tingkat keterisian mencapai 70 persen lebih.

"Ini tempatnya bagus, satu area. Jadi kita optimalkan semuanya. Jadi kalau nanti terjadi outbreak (ledakan kasus covid), kemudian situasi berat karena tren peningkatan sangat eksponensial, kita masukan sini semua," kata Ganjar dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/6/2021).

Ia menjelaskan di BPSDMD Jateng terdapat empat asrama yang digunakan sebagai tempat isolasi terpusat.

Meliputi, Asrama Sumbing yang terdiri atas tiga bangunan dengan kapasitas sekitar 170 tempat tidur dan saat ini sudah terisi penuh.

Selanjutnya Asrama Muria dengan kapasitas sekitar 62 tempat tidur yang saat ini menyisakan enam tempat tidur.

Kemudian asrama Sindoro dengan kapasitas sekitar 220 tempat tidur dan Merapi sekitar 50 tempat tidur.

"Untuk Sindoro ini sudah dipesan oleh Kabupaten Semarang. Bupati sudah kontak dan saya izinkan agar bisa membantu kawan-kawan di sana. Kita juga masih punya Merapi sehingga nanti kalau dalam situasi yang membutuhkan, kawan-kawan di sini sudah siap," jelasnya.

Gubernur menegaskan tempat isolasi terpusat tersebut siap menampung pasien covid. Sebab, tempat itu sejak awal kasus Covid-19 muncul di Jawa Tengah memang sudah dipersiapkan.

Hanya saja kali ini Ganjar meminta agar petugas menambah informasi keterisian tempat tidur secara berkala dan dapat diketahui semua orang.(mam)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved