Breaking News:

Berita Kudus

Pemkab Kudus Manfaatkan Balai Diklat Sonyawarih sebagai Tempat Isolasi Terpusat

Bupati Kudus HM Hartopo meninjau kesiapan tempat isolasi di Balai Diklat Sonyawarih di Desa Menawan.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: sujarwo
Dinkominfo Kudus
Bupati Kudus Hartopo meninjau Balai Diklat Sonyawarih Menawan, Gebog, Kudus, Kamis (17/6/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Bupati Kudus HM Hartopo meninjau kesiapan tempat isolasi di Balai Diklat Sonyawarih di Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kamis (17/6/2021). Tinjauannya demi memastikan kesiapan tempat tersebut bakal digunakan untuk isolasi terpusat.

Bangunan Balai Diklat tersebut berkapasitas 76 o

Bupati Kudus Hartopo meninjau Balai Diklat Sonyawarih Menawan, Gebog, Kudus, Kamis (17/6/2021).
Bupati Kudus Hartopo meninjau Balai Diklat Sonyawarih Menawan, Gebog, Kudus, Kamis (17/6/2021). (Dinkominfo Kudus)

rang. Setiap ruangan ditempati dua orang. Saat meninjau, Hartopo menyampaikan bangunan dan fasilitas telah layak huni oleh warga yang melaksanakan isolasi. Pihaknya meminta agar pemerintah desa segera memusatkan masyarakat yang isolasi mandiri ke tempat tersebut.

"Kami lihat sudah sesuai ya sarana prasarananya. Balai Diklat Sonyawarih sudah layak huni. Mohon untuk mengevakuasi warga yang masih berada di rumahnya masing-masing," ujar Hartopo

Hartopo meminta agar kepala desa memaksimalkan peran Satgas Jogo Tonggo. Dengan begitu, masyarakat yang terpapar dapat terpantau dengan maksimal. Peran Jogo Tonggo diharapkan efektif sehingga dapat memudahkan tenaga medis melakukan testing, tracing, dan treatment.

Hartopo juga telah menginstruksikan camat dan kepala desa untuk menyiapkan tempat isolasi yang ada di tingkat desa.

"Kami mohon agar camat dan kepala desa berkolaborasi untuk mengaktifkan Satgas Jogo Tonggo. Sehingga data warga yang terpapar Covid-19 jelas dan tertangani dengan baik. Kalau ada yang isolasi mandiri langsung dipusatkan ke Balai Diklat sini," jelasnya.

Pihaknya menyemangati para kepala desa untuk penanganan warga yang melaksanakan isolasi. Hartopo tidak ingin warga yang melaksanakan isolasi mandiri dibawa ke luar kota. Dia optimistis, tempat isolasi di tingkat desa mampu berjalan dengan baik dengan melibatkan tenaga kesehatan Puskesmas dan bidan desa. 

"Kami optimis tempat isolasi di tingkat desa mampu berjalan dengan baik dengan melibatkan tenaga kesehatan puskesmas dan bidan desa," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved