Senin, 4 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Inilah Sosok Fildza Ghassani Siswi SMP Pembuat Pembalut dari Kain Perca

Kain tersebut kemudian dipotong sesuai pola pembalut pada umumnya dan dilapisi handuk microfiber yang bisa menahan darah agar tidak bocor.

Tayang:
Editor: galih permadi
surya.co.id/zainal arif
Fildza Ghassani Andias (13) Siswi SMPN 6 Surabaya Membuat Pembalut Kain, Masker, dan Pita Rambut dari Sisa Kain Perca Dilingkungan sekitar rumahnya kawasan Bratang Gede Wonokromo Surabaya, Jumat (18/6/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SURABAYA - Beragam model pakaian terus bermunculan seiring dengan berkembangnya industri fashion.

Namun, melesatnya Industri fashion juga berbanding lurus dengan tercemarnya lingkungan.

Sisa kain hasil produksi dan pakaian bekas yang sudah tidak dipakai oleh konsumen kerap menimbulkan penumpukkan limbah fashion yang berdampak pada pemanasan global.

Menyikapi hal tersebut, Fildza Ghassani Andias (13) berinisiatif mengolah limbah textil di lingkungan sekitarnya menjadi barang yang berguna.

Siswi SMPN 6 Surabaya ini berhasil membuat masker dan pita rambut dari kain perca yang menumpuk di rumahnya.

"Di rumah kan ada usaha konveksi, itu kain perca banyak. Akhirnya saya bikin masker dan pita rambut," ujar Fildza saat di temui SURYA.co.id di kawasan Bratang Gede III Nomor 3 Wonokromo Surabaya, Jumat (18/6/2021).

Saat masih duduk di bangku kelas VI SD tak sengaja Fildza membaca artikel yang mengupas bahaya dari pembalut sekali pakai. 

"Dalam artikel mengatakan jika pembalut sekali pakai baru bisa terurai 500-800 tahun.

Ditambah pembalut sekali pakai juga tidak bagus untuk kesehatan. Dari situ saya kepikiran untuk bikin pembalut dari kain perca," terang siswi kelas VII ini.

Karena belum mahir menjahit Fildza mengajak ibu-ibu tetangga rumah untuk membantunya dalam menjahit.

Hal itu juga sebagai bentuk upayanya untuk memberdayakan ibu-ibu yang terdampak Pandemi supaya dapat produktif.

"Saya dibantu sama 3 ibu tetangga rumah, sehari bisa bikin sampai 5 sampai 10 pembalut," ujar Fildza.

Dalam prosesnya, kain-kain yang terkumpul dipilah terlebih dahulu dan dicari yang berbahan katun. 

Kain tersebut kemudian dipotong sesuai pola pembalut pada umumnya dan dilapisi handuk microfiber yang bisa menahan darah agar tidak bocor.

Bicara soal ketahanan, Fildza mengklaim pembalut kain miliknya bisa tahan hingga 3 tahun.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved