Breaking News:

Penanganan Corona

Misteri Virus Corona Varian Delta di Kudus, Bupati Hartopo Bicara Soal Pasien Pertama

Varian delta yang di Kudus pun membuat Hartopo heran, sebab posisi Kudus jauh dari bandara maupun pelabuhan

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muslimah
Tribun Jateng/ Rifqi Gozali
Petugas medis mengantarkan warga Kudus yang isolasi mandiri di rumah dikumpulkan ke Rusunawa Bakalankrapyak, Rabu (9/6/2021). Setelahnya mereka diberangkatkan ke Asrama Haji Donohudan. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Setelah 28 dari 34 sampel Covid-19 asal Kudus dinyatakan varian delta, kemudian dikirim lagi 34 sampel yang hasilnya 100 persen varian delta.

“Kemarin untuk dari Litbang UGM yang 34 emang keluar 28 (varian delta), terus kemarin dari DKK (Dinas Kesehatan Kabupaten) ambil sampel 34 untuk di Litbangkes hasilnya 100 persen delta semua,” ujar Bupati Kudus HM Hartopo, Jumat (18/6/2021).

Namun, kata Hartopo, pihaknya ingin mengetahui sampel dari siapa yang terbukti varian delta.

Baca juga: Awalnya Dilarang Teddy untuk Dibuka, Rizky Febian Kaget Melihat Isi Gentong Peninggalan Lina

Baca juga: Video Jazz Vs Agya Terguling Tabrak Tebing di Bandungan Semarang

Sebab, jika diketahui maka pihaknya bisa melakukan penelusuran kontak erat.

Bupati Kudus HM Hartopo
Bupati Kudus HM Hartopo (TribunJateng.com/Rifqi Gozali)

“Kok bisa dari mana, ketemu siapa, kerjanya di mana. Apa pernah kemarin ada saudara yang kerja di India atau ke mana atau pulang kerja dari luar negeri pulang,” kata dia.

Varian delta yang di Kudus pun membuat Hartopo heran, sebab posisi Kudus jauh dari bandara maupun pelabuhan.

“Padahal kita sendiri bukan dekat bandara, bukan dekat pelabuhan. Makanya kita selama ini jadi tersangka tak anggap masih menjadi tanda tanya. Ini sebetulnya yang menjadi tersangka dulu siapa. Apakah mesti Kudus karena melonjaknya lebih awal, terus sampelnya diambil dari Kudus yang lain belum diambil,” kata Hartopo.

Berhubung pihaknya belum mengetahui warga Kudus yang diambil sampel dan terbukti varian delta, yang terpenting menurut Hartopo saat ini adalah melakukan antisipasi.

Langkahnya yakni mulai dari masifnya testing, tracing, dan treatment terhadap kasus terkonfirmasi positif.

Kemudian semakin mengetatkan penerapan protokol kesehatan 5 M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi).

“Dan kami penekanan di PPKM mikro. Dan untuk pembatasan mobilitas kegiatan berkerumun memang ditiadakan dulu,” kata dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved