Fokus
Fokus : Dari Jokowi Hingga Hendi
Pemilihan presiden (pilpres), legislatif (pileg) dan kepala daerah (Pilkada) disepakati DPR dan pemerintah akan digelar 2024.
Penulis: galih permadi | Editor: Catur waskito Edy
Oleh Galih Permadi
Wartawan Tribun Jateng
Pemilihan presiden (pilpres), legislatif (pileg) dan kepala daerah (Pilkada) disepakati DPR dan pemerintah akan digelar 2024. Pemungutan suara Pemilu baik pemilihan presiden dan legislatif rencana digelar 2 Februri 2024, sedangkan pilkada serentak digelar 27 November 2024.
Meski baru tiga tahun lagi, mesin partai sudah mulai dipanaskan. Nama-nama calon presiden potensial dari tiap partai sudah mulai dilempar ke publik. PDI Perjuangan memunculkan nama Puan Maharani sebagai kandidat kuat menjadi capres atau cawapres.
Partai Gerindra telah mengikrarkan mengusung kembali Prabowo Subianto sebagai Capres 2024. Partai Golkar sedang gencar-gencarnya mendongkrak nama Airlangga Hartanto untuk ikut dalam kontestasi, sedangkan Partai Demokrat meski sempat dilanda isu kudeta tetap mengusung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Selain nama Puan, berdasarkan survei elektabilitas capres 2024 dari LSI Denny JA, nama Ganjar Pranowo yang kini menjabat Gubernur Jateng dan juga kader PDIP masih masuk dalam tiga besar. Ganjar berada di posisi dua di bawah Prabowo Subianto dan unggul satu peringkat dari Anies Baswedan.
Jabatan Ganjar Pranowo akan berakhir 2023, dan selanjutnya agar tidak terjadi kekosongan kekuasaan (vacuum of power) akan ditunjuk seorang penjabat (pj) kepala daerah agar pelayanan dan pembangunan tetap dapat berjalan sebelum dilantiknya kepala daerah definitif hasil pemilihan umum.
Sekitar setahun elektabilitas Ganjar diuji, lantaran tanpa jabatan strategis pesona Ganjar bisa saja meredup. Hal serupa juga dialami Ridwan Kamil dan Khofifah Indar Parawansa. Sedangkan Anies Baswedan lebih lama “nganggur” karena jabatan akan berakhir 2022.
Nama Jokowi juga sedang hangat dibicarakan dengan munculnya wacana Jokowi tiga periode. Bahkan ramai soal pencalonan Jokowi-Prabowo 2024. Peluang Jokowi tiga periode minim bisa terwujud, namun bisa saja terjadi karena politik sangat dinamis.
Pemilihan Gubernur DKI Jakarta dan Jawa Tengah juga menarik ditunggu. Siapa saja yang akan bertarung. Nama Tri Rismaharini sempat dituding akan dicalonkan menjadi Gubernur DKI Jakarta. Namun nampaknya Risma bakal tersandung "mitos" masalah gender.
Hingga kini, belum satu pun Gubernur DKI Jakarta dijabat seorang wanita. Namun bisa saja Risma mendobrak mitos tersebut seperti ketika terpilih menjadi Wali Kota Surabaya.
Calon potensial Gubernur DKI Jakarta datang dari Jawa Tengah. Ada nama Hendrar Prihadi yang kini menjabat Wali Kota Semarang dan Wali Kota Solo yang juga Putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka.
Sepak terjang Hendi, sapaan Hendrar Prihadi, dalam membangun Kota Semarang dalam dua periode sudah tak diragukan lagi. Direktur Indo Barometer, M Qodari mneyebut Hendi salah satu calon potensial di Gubernur DKI Jakarta. “Kita punya pandangan calon satu lagi. Namanya Hendi, Hendrar Prihadi,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Gibran, meski masih “bau kencur” tidak bisa dipandang sebelah mata lantaran ada sosok Jokowi di belakangnya. Semenjak terpilih menjadi walikota, Gibran langsung didongkrak. Hilir mudik sejumlah ketua umum partai politik hingga pejabat datang ke Solo untuk mengangkat nama Gibran.
Pertaruhan kinerja Gibran diukur hingga 2024. Jika moncer, bisa saja ikut gabung kontestasi Gubernur DKI Jakarta atau Jawa Tengah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/wartawan-tribun-jateng-galih-permadi.jpg)