Update Corona Semarang

DPRD Temukan Selisih Angka Kasus Corona di Kota Semarang: Data Real dan Instagram Berbeda

Muhammad Afif menemukan adanya perbedaan data penderita Covid-19 antara di lapangan dan data yang disajikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang.

Tribun Jateng/ Eka Yulianti Fajlin
Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Muhammad Afif 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Muhammad Afif menemukan adanya perbedaan data penderita Covid-19 antara di lapangan dan data yang disajikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang.

Misalnya di wilayah ia tinggal, Kelurahan Gedawang, Banyumanik, jumlah pasien Covid-19 yang disajikan Dinkes di media sosial instagram berbeda dengan di lapangan.

"Di Gedawang terdata 3 orang. Padahal, di RW saya saja ada 9 keluarga. Satu kelurahan disini hampir 50 orang," sebut Afif, Rabu (23/6/2021).

Menurut Afif, warga sebenarnya telah melapor ke puskesmas jika terdapat kasus baru.

Hanya saja, dia menilai, petugas puskesmas kuwalahan melakukan pendataan sehingga update data Covid-19 lamban dan muncul perbedaan data.

Dia meminta, Dinkes bisa mengupdate data riil agar meningkatkan kewaspadaan masyarakat.

"Saya mantau di wilayah Banyumanik. Puskesmas sepertinya kuwalahan. Jumlah sebenarnya yang terupdate di instagram tidak sesuai di lapangan. Kemarin saya menghubungi kepala dinas, memang ada kelambanan update. Kami harap dinkes bisa mendata sesuai yang dilaporkan masyarakat," terang politisi PKS Kota Semarang itu. 

Lebih lanjut, Afif meminta, satgas Covid-19 di tingkatan paling bawah dapat melakukan pendataan penderita Covid-19 di wilayah masing-masing.

Warga yang terpapar dengan gejala diharapkan lebih diperhatikan.

Paslalnya, kondisi rumah sakit saat ini penuh.

Jika rumah sakit tidak sanggup menampung, diharapkan nakes bisa mendatangi warga yang isolasi di rumah khususnya yang bergejala dan memiliki komorbid.

"Kita tidak ingin ada orang yang bergejala tapi tidak tertangani dengan baik karena RS penuh, kemudian meninggal di rumah. Mungkin kejadian ini sudah ada. Saya harap satgas di bawah bergerak secara terus menerus memantau yang isolasi di rumah," jelasnya.

Di sisi lain, Afif mendukung kebijakan Pemerintah Kota Semarang melakukan pengetatan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) mulai dari penutupan jalan, tempat wisata, dan tempat hiburan.

Kebijakan ini menjadi upaya menekan penyebaran kasus Covid-19.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved