Breaking News:

Hujan di Bulan Juni

Hujan di Bulan Juni, Penjelasan BMKG Tentang Cuaca di Semarang Sekitarnya

Wilayah Kota Semarang dan sekitarnya dalam beberapa waktu terakhir kerap mengalami hujan, meskipun BMKG mencatat bahwa akhir Juni 2021 sudah kemarau

TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV
Hujan di wilayah Gajahmungkur, Kota Semarang, Kamis (24/6/2021) pagi. (TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV) 

Penulis: Reza Gustav

TRIBUNJATENG.COM - Wilayah Kota Semarang dan sekitarnya dalam beberapa waktu terakhir kerap mengalami hujan, meskipun BMKG mencatat bahwa akhir Juni 2021 sudah memasuki musim kemarau.

Seperti yang terjadi pada Kamis (24/6/2021) pagi tadi, hujan cukup lebat terjadi dengan durasi kurang lebih dua jam.

Terlebih lagi, langit yang tampak berawan tebal beserta suhu udara yang terasa menurun terjadi pada sepanjang hari ini.

Beberapa waktu terakhir, hujan terkadang terjadi pada sore atau malam hari, didahului dengan suara gemuruh petir atau kilat.

Baca juga: Hujan Sejak Pagi Ini, Berikut Prakiraan Cuaca Semarang Kamis 24 Juni 2021

Baca juga: 16 Besar Euro 2021 & Jadwal Lengkap Pertandingan: Tim-tim Unggulan Tak Ada yang Angkat Koper

Baca juga: Teror Begal Payudara di Gang Sempit Kota Semarang, Pria Gendut Motor Supra H 5469 AJE

Baca juga: Bidan Debi, Sehari-hari Kerja di RS, Siapa Sangka Ia Pengendali Aliran Dana Bandar Narkoba Palembang

Bagaimana penjelasan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait hal tersebut?

Kepala BMKG Ahmad Yani Semarang, Sutikno, menjelaskan bahwa Kota Semarang saat ini tengah dilalui oleh garis Konvergen pertemuan angin dari arah timur ke barat sehingga menyebabkan pertumbuhan awan yang berpotensi hujan menjadi tinggi.

"Dari hasil pantauan dinamika atmosfer menunjukkan masih adanya pusat tekanan rendah di wilayah selatan Sumatera Selatan, sehingga angin timuran ditarik serta terkumpul di wilayah pusat tekanan rendah tersebut.

Akhirnya, wilayah kita (Semarang) dilalui oleh garis Konvergen (pertemuan angin) sehingga pertumbuhan awan yang berpotensi hujan menjadi tinggi," ungkap Sutikno ketika dihubungi Tribunjateng.com.

Sutikno juga menambahkan baahwa selain hal yang telah dijelaskan di atas, suhu muka laut di selatan Pulau Jawa juga masih hangat sehingga penguapan masih tinggi untuk pertumbuhan awan.

Menurutnya, kondisi ini diperkirakan masih berlangsung hingga akhir Juni 2021.

Masyarakat diimbau agar lebih waspada terhadap dampak yang ditimbulkan akibat hujan, misalnya banjir, pohon tumbang dan tanah longsor. (*)

Baca juga: Dikirim Rekaman Video Istri Berhubungan Intim dengan Pria Lebih Muda, Suami Nyaris Pingsan 

Baca juga: Tangis Pecah, Empat Korban Kecelakaan Maut di Sokaraja Banyumas Dimakamkan Dalam Satu Liang

Baca juga: Di Persidangan, Britney Spears Ungkap Fakta Mengejutkan tentang Kehidupannya: Saya Telah Berbohong

Baca juga: 15 Manfaat Jahe, Serai, dan Gula Merah, Kenali Pula Risikonya bagi Tubuh

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved