Breaking News:

Berita Sragen

Tempat Isolasi di Rumah Sakit dan ICU Sragen Penuh, Tabung Oksigen Masih Menjadi Perhatian

Seluruh tempat tidur isolasi dan ICU untuk pasien positif Covid-19 di RSUD dr Soeratno Gemolong penuh.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
Tampak depan Poliklinik RSUD dr. Soeratno Gemolong, Sragen, Jumat (2/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Seluruh tempat tidur isolasi dan ICU untuk pasien positif Covid-19 di RSUD dr Soeratno Gemolong penuh. Bahkan terdapat sejumlah pasien yang sedang mengantri untuk dirawat.

"Dari total tempat tidur isolasi yang tersedia sebanyak 42 dan 6 ICU Covid-19 dalam kondisi penuh. Termasuk di IGD sudah antri banyak yang mau masuk ke isolasi," kata Direktur RSUD dr Soeratno Gemolong dr. Agus Trijono, Jumat (2/7/2021).

Trijon sapaan akrabnya itu menyampaikan RSUD dr Soeratno Gemolong memang menjadi RS rujukan Covid-19 lini ketiga. Adanya kondisi seperti ini dia mengatakan memang butuh kekuatan ekstra.

Baik dari tenaga medis (Nakes), Alat Pelindung Diri (APD), hingga sarana dan prasarana lainnya pihaknya berupaya untuk dipersiapkan semua.

Tabung Oksigen

Trijon mengaku saat ini ketersediaan tabung oksigen masih menjadi perhatian, mengingat pasokannya dari penyedia yang terganggu. Dia mengaku pihaknya harus membuat komitmen dengan sejumlah penyedia agar mencukupi oksigen di RS.

"Alhamdulillah dengan kondisi seperti ini masih bisa mencukupi kendala tersebut. Karena oksigen sangat darurat memang terpaksa kami yang jemput bola," katanya.

Untuk pengambilan, dia mengaku tidak ada masalah. Namun di penyedia tetap harus antri karena banyak RS yang melakukan pengisian tabung.

Di RSUD dr Soeratno Gemolong sendiri, Trijon mengaku dalam sehari membutuhkan 150 tabung.

Menanggapi hal tersebut, anggota DPR RI Komisi IX Fraksi PDI Perjuangan, Edy Wuryanto menyampaikan saat ini seluruh lini sedang mengupayakan ketersediaan di penyedia.

Baik dari Menkes, Gubernur, hingga Bupati sedang berhubungan dengan produsen tabung oksigen. Dia mengatakan hal ini tidak terduga dengan lonjakan kasus yang tiba-tiba tinggi.

Dia mengatakan tabung oksigen tidak hanya dibutuhkan di RS tetapi mereka yang melakukan isolasi dirumah juga turut berebut tabung oksigen.

"Ini tidak boleh terjadi karen permasalahan serius menyangkut kebutuhan nomor satu hidup, kekurangan oksigen sedikit saja fatal," katanya.

Dirinya mengatakan saat ini ketersediaan tabung oksigen harus mendapatkan skala prioritas, segala upaya harus dilakukan sehingga rakyat yang butuh oksigen baik di RS maupun rumah bisa terpenuhi dengan baik. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved