Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Human Interest

Sehari Bisa Memakamkan Sampai 12 Jenazah Pasien Covid-19, Anto: Harus Stanby 24 Jam

Membahas masalah stok APD memang tersedia, namun untuk proses pengambilannya yang lumayan membutuhkan waktu terutama administrasi dan lain-lain

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Tidak hanya pasien Covid-19 yang terus meningkat di Kabupaten Tegal, kasus kematian karena terpapar Covid-19 pun ikut meningkat sejak akhir Juni 2021 atau pasca libur lebaran. 

Kondisi ini pun membuat Tim Relawan Pemakaman Satgas BPBD Kabupaten Tegal cukup kewalahan, karena hampir setiap hari selalu mendapat laporan atau tugas untuk memakamkan pasien Covid-19 secara prokes. 

Anggota Tim Relawan Pemakaman Satgas BPBD Kabupaten Tegal, Kurdianto (28), membagikan sedikit pengalamannya menjadi Tim Pemakaman bahkan sudah sejak awal pandemi Covid-19 melanda Indonesia khususnya Kabupaten Tegal.

Pria yang memiliki sapaan Anto ini menuturkan, selama menjalankan tugasnya ia mengalami beberapa kendala namun yang paling sering ditemui yaitu masalah ketersediaan APD. 

Membahas masalah stok APD memang tersedia, namun untuk proses pengambilannya yang lumayan membutuhkan waktu terutama administrasi dan lain-lain. 

Sehingga imbasnya sering terjadi keterlambatan proses pemakaman. 

Selain itu, melihat kasus kematian yang terus meningkat dan jumlah personil yang terbatas, sehingga tim pemakamam jenazah pasien Covid-19 dibagi menjadi dua tim. 

Hal tersebut dilakukan supaya semua pemakaman bisa teratasi terutama yang proses pemakamannya berlangsung di hari yang sama. 

Karena dalam sehari Anto bersama timnya pernah memakamkan jenazah sampai tiga orang sekaligus diwaktu yang bersamaan. 

"Akhir Juni 2021 jumlah pemakaman pasien Covid-19 meningkat pesat sampai sekarang. Jika sebelum Juni rata-rata pemakaman per hari maksimal 5 jenazah, saat ini per hari mencapai 10-12 jenazah. Sehingga peningkatannya cukup lumayan," jelas Anto, pada Tribunjateng.com, Senin (5/7/2021). 

Dikatakan, dalam satu tim pemakaman terdiri dari 8-10 orang namun jika ada kondisi mendesak katakan sehari tiga pemakaman sekaligus maka tim akan dibagi 5-6 orang.

Mereka pun memiliki tugas masing-masing yaitu ada yang menjadi supir, dokumentasi foto-video, membawa peti jenazah, mengangkat peti, penyemprot disinfektan, dan mengeksekusi sampai masuk liang lahat," terangnya. 

Sementara untuk jumlah personil yang stanby kurang lebih sebanyak 20 orang.

Para petugas termasuk Anto wajib siap kapan pun mendapat panggilan untuk memakamkan jenazah pasien Covid-19. Dengan kata lain harus stanby 24 jam.

"Kami tidak mengenal waktu harus siap siaga selama 24 jam. Belum lama ini kami pernah mendapat tugas memakamkan jenazah pukul 01.30 WIB dan selesai pukul 03.30 WIB. Ya mau bagaimana pun kondisinya kami harus siap melaksanakan," ungkapnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved