Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Solo

Sidak Pertokoan di Pasar Kliwon, Wawali Kota Solo Geram: Mereka Tahu tapi Etok-etok Ra Mudeng

Akibat dari itu, usaha mereka diminta tutup oleh aparat gabungan yang menggelar sidak di sejumlah pertokoan yang ada di kawasan Pasar Kliwon

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: muslimah

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Masih banyak toko yang tidak masuk pada kategori esensial masih nekat membuka usahanya. 

Akibat dari itu, usaha mereka diminta tutup oleh aparat gabungan yang menggelar sidak di sejumlah pertokoan yang ada di kawasan Pasar Kliwon, Senin (5/7/2021). 

Sejalan dengan itu, petugas melakukan penyegelan dengan menempelkan stiker bertuliskan lokasi usaha ditutup sementara hingga Selasa (20/7/2021). 

Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa saat memimpin langsung sidak tampak geram. Pasalnya, dia masih melihat beberapa usaha nonesensial yang masih buka. 

Bahkan, orang nomor dua di Kota Bengawan itu beberapa kali menegur usaha yang masih yang masih nekat buka. 

“Tutup dulu to, ingat kita dalam situasi PPKM Darurat. Hayo tokonya ditutup. Jualan lewat onlen dulu. Itu mas Satpol tolong dibantu bapaknya nutup toko. Setelah itu stikernya dipasang. Tutup dulu nggih pak, ikut aturan pemerintah dulu,” ucap Teguh. 

Teguh bersama Dandim 0735 Surakarta Letkol Inf Wiyata Sempana Aji menyisir beberapa usaha di kawasan Pasar Kliwon. 

Wilayah yang dia sisir antara lain Pasar Cinderamata, Alun-alun Utara, Kampung Batik Kauman, Kawasan Usaha Coyudan, hingga usaha asesoris dan mainan anak di Kawasan Nonongan, tepatnya di sepanjangan Jalan Yos Sudarso. 

Di sela-sela sidak, mantan Ketua DPRD Kota Solo itu mengatakan masih ada puluhan toko yang masih nekat buka. 

“Mereka tahu kalau seharusnya tutup sementara, tapi pilih etok-etok ra mudeng (pura-pura tidak tahu). Padahal aturannya sudah tersebar di internet. Pak Wali, Pak Presiden, Pak Luhut arahan apa? Bisa dilihat sendiri,” ungkapnya. 

Menurut Teguh, karena statusnya ini sudah darurat, tidak ada lagi waktu untuk berdiskusi. Pihaknya, bertugas mengamankan dan laksanakan aturan. 

"Apa yang kita amankan, ya yang kita amankan masyarakat agar bisa terbebas dari pandemi ini  Caranya, mengurangi mobilintas, mengurangi kerumunan dengan membatasi usaha nonesensial,” ungkapnya. 

Menurutnya, ke depan, giat serupa akan menyasar kawasan lain sehingga seluruh usaha nonesensial bisa mematuhi aturan yang ada. 

"Ini bukan di Solo saja ya, seluruh Kawasan yang menerapkan PPKM Darurat situasinya sama, bahkan lebih sunyi lagi. Harapannya bisa manut, bisa nurut, corona bisa ditekan angka persebarannya,” jelasnya. 

Sementara itu, salah satu pengusaha di Kampung Batik Kauman, Gunawan Setiawan menjelaskan, penutupan usaha hingga dua pekan lebih ini sangat berat. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved