Breaking News:

Berita Banyumas

Olah Pelepah Pisang Jadi Kerajinan Tangan, Supriyadi Hasilkan Karya yang Punya Nilai Ekonomi Tinggi

Supriyadi (60) mengolah pelepah pisang menjadi sebuah kerajinan tangan yang unik dan bernilai ekonomi tinggi.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: moh anhar

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS -  Kerajinan dari pelepah pisang mungkin masih asing di telinga. 

Pelepah pisang juga bagi sebagian orang dianggap hanya sebagai sampah kering yang tak berguna. 

Namun tidak bagi seorang Supriyadi (60), warga RT 5 RW 3, Desa Kalibagor, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas

Ia yang dulu berprofesi sebagai pelukis relief dan pembuat hiasan janur pengantin beralih menjadi pengrajin lukisan pelepah pisang. 

Baca juga: Ayu Ting Ting Sulit Cari Pasangan Gegara Ucapannya Soal Mahar 5 M

Baca juga: Setiap Pak Harto Memancing Pasti Dapat Ikan Besar, Benarkah Settingan? Harmoko Buka Rahasia

Baca juga: Nelayan Tambakmulyo Ikut Vaksinasi, Danlanal Semarang Ingatkan Warga yang Tak Mau Patuhi Prokes

Baca juga: Disdikbud Kendal Gagas Sekolah Inklusi di 5 SD dan 2 SMP

Di tangan orang-orang kreatif, seperti Supriyadi, pelepah pisang menjadi sebuah kerajinan tangan yang unik dan bernilai ekonomi tinggi.

Lukisan dari pelepah pisang ini menampakan hal berbeda, karena memiliki tekstur dan gradasi warna yang unik.  

Siapa sangka ia baru memulai usahanya itu saat pandemi Covid-19 melanda, 2020 lalu. 

"Waktu itu saat Corona melanda, tidak ada job sama sekali, terus saya melihat ada pelepah pisang kering warnanya bagus bisa buat apa. Lalu dibuat oleh saya semacam lukisan seperti ini," katanya kepada Tribunjateng.com.

Ia melihat ada potensi yang bisa dikembangkan dari pelepah pisang kering tersebut. 

Pelepah pisang yang digunakan juga tidak sembarangan, biasanya pelepah pisang yang bagus adalah pisang jenis klutuk atau pisang batu. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved