Breaking News:

Berita Internasional

Varian Delta Mengganas di Timur Tengah, Iran Lockdown Kota-kota Besar

Pemerintah Iran mengumumkan memberlakukan kembali lockdown atau penguncian di kota-kota besar. Penyebaran varian Delta memicu kekhawatiran akan gelom

Editor: m nur huda
AFP / TIMOTHY A CLARY
Presiden Iran Hassan Rouhani berbicara dalam Sidang Umum PBB, pada Rabu (25/9/2019). 

Negara ini telah melaporkan total 3,2 juta infeksi dan 84.627 kematian, jumlah korban tertinggi di wilayah tersebut.

Lonjakan itu terjadi ketika peluncuran vaksin Iran tertinggal, dengan kurang dari 2 persen dari populasi 84 juta yang divaksinasi penuh, menurut publikasi ilmiah online Our World in Data.

Iran mengatakan telah memberikan sekitar 6,3 juta dosis sejauh ini.

Vaksin datang dari luar negeri, termasuk COVAX, sebuah inisiatif internasional.

Untuk mendistribusikan vaksin ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Iran juga telah mengimpor vaksin Sinopharm yang didukung negara China dan vaksin Sputnik V Rusia.

Dengan pasokan vaksin asing yang masih terbatas, negara tersebut telah mempercepat upaya untuk mengembangkan suntikannya sendiri.

Bulan lalu, pihak berwenang memberikan otorisasi penggunaan darurat untuk tembakan COVIran Barekat yang diproduksi di dalam negeri.

Tetapi, tanpa mempublikasikan data tentang keamanan atau kemanjurannya.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang sebelumnya memperingatkan terhadap impor vaksin Amerika dan Inggris.

Di tengah ketidakpercayaan yang mengakar terhadap Barat, menerima vaksin buatan sendiri di TV pemerintah dan mendorong masyarakat untuk mengikutinya.(*)

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Iran Kembali Lockdown Kota-kota Besar, Khawatiran Penyebaran Virus Corona Delta

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved