Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Video

Video Kuliner Pecel Pincuk Madiun Enak Ada di Slawi Tegal

Lapak Pecel Pincuk Madiun milik Wulan ini buka setiap hari mulai pukul 06.00 WIB - 10.00 WIB

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Berikut ini video kuliner pecel pincuk Madiun enak ada di Sslawi Tegal.

Tidak perlu jauh-jauh jika ingin menikmati masakan Jawa Timuran seperti Rawon Surabaya, Pecel Pincuk Madiun, dan Soto Daging Madura yang memiliki ciri khas kuah bewarna kuning ini karena di Slawi Kabupaten Tegal anda bisa menemukannya.

Masalah cita rasa tak perlu diragukan, mengingat pemilik sekaligus yang meracik bumbu asli warga Surabaya Jawa Timur.

Lapak yang menjual masakan khas Jawa Timur yang dimaksud yaitu Pecel Pincuk Madiun, dikelola oleh pasangan suami isteri Menik Wulandari dan Timur Risjohan.

Membuka lapak jualan sejak tahun 2019, Wulan bersama sang suami memanfaatkan kendaraan motor roda tiga Viar (tossa Viar) yang mereka sulap menjadi tempat berjualan sekaligus meletakkan semua peralatan, menu masakan yang sudah matang dan siap dijual ke pelanggan.

"Saya dan suami asli orang Surabaya, pindah ke Slawi saat itu karena pekerjaan suami tapi pada akhirnya memutuskan pensiun dini. Kemudian saya memiliki keinginan membuka usaha sendiri khususnya di bidang kuliner khas Jatim. Karena menurut saya sangat jarang menemukan tempat makan yang menyediakan makanan khas Jatim di Kabupaten Tegal, sehingga saya memutuskan berjualan Pecel Pincuk Madiun dan menu lainnya," ungkap Wulan, pada Tribunjateng.com, Kamis (8/7/2021).

Lapak Pecel Pincuk Madiun milik Wulan ini buka setiap hari mulai pukul 06.00 WIB - 10.00 WIB. 

Lokasinya berada di Jalan Dr. Soetomo Slawi atau tepatnya di depan Kantor Dinas Permades Kabupaten Tegal.

Tidak hanya menjual Pecel Pincuk Madiun saja, tapi tersedia menu khas Jatim lainnya seperti Rawon Surabaya, dan Soto Daging Madura.

"Harga yang saya tawarkan mulai Rp 10 ribu sampai Rp 17 ribu per porsi. Harga tersebut sudah termasuk minuman teh baik tawar atau manis," katanya. 

Membahas cita rasa, Wulan menjelaskan antara pecel Madiun dengan pecel Tegal terdapat perbedaan terutama pada bumbu kacangnya. 

Jika Pecel Pincuk Madiun bumbu kacangnya kental dengan aroma jeruk purut dan kencur sedangkan Pecel Tegal tidak ada aroma tersebut. 

Begitu pula dengan soto dagingnya berbeda dengan soto khas Tegal. Jika di Tegal menggunakan bumbu tauco, maka soto khas Madura atau Jawa Timur kuat di kuahnya yang bewarna kuning karena efek dari kunyit. 

Mendapat ilmu memasak dan bumbu (resep) rahasia dari sang Ibu, Wulan mengaku saat di Surabaya ibu nya pun memiliki warung makan. 

"Alhamdulillah meski masakan yang saya jual khas Jawa Timur, tapi respon warga Tegal dan sekitarnya cukup bagus. Tapi untuk pembeli memang mayoritas pendatang dan orang asli Jatim yang sedang bekerja atau liburan disini. Rata-rata per hari saya bisa menjual sampai 50 porsi makanan baik pecel, rawon, dan soto daging. Tapi kalau di hari Minggu penjualan bisa 100 porsi lebih," ungkapnya.

Mengerjakan semuanya sendiri mulai dari menyiapkan bahan masakan sampai siap dipasarkan ke pelanggan, Wulan menyebut tidak membutuhkan waktu yang lama karena proses memasak sudah ia lakukan di malam harinya.

Sedangkan untuk bahan-bahan sayuran untuk pecel, baru ia rebus pada pagi hari sebelum berjualan sehingga masih fresh dan hangat.

"Karena di Tegal sangat jarang ditemukan kedai yang menjual masakan Jawa Timuran, maka lapak saya ini sudah seperti tempat reunian atau bertemunya pendatang dari Jawa Timur terutama di hari Minggu. Karena saat membeli dan cerita-cerita ternyata orang Surabaya, Tuban, Lamongan, dan lain-lain," ujarnya.

Selain memiliki cita rasa yang berbeda, hal lain yang menjadi ciri khas Pecel Pincuk Madiun yaitu wadah nya menggunakan daun jati.

Wulan mengatakan, dengan menggunakan daun jati pecel jauh lebih enak dan tidak ada bau kertas atau lainnya. Selain itu untuk makanan juga jauh lebih awet.

Katakan konsumen membeli pecel pada pagi hari, dan baru dimakan sore hari karena dibungkus dengan daun jati makanan tidak basi dan masih enak dimakan.

"Entah mitos atau apa tapi kalau Pecel Pincuk Madiun memang menggunakan daun jati sebagai wadah atau tempatnya, ya bahasanya kalau disini lebih sedep saat dimakan menggunakan alas daun jati. Begitu juga yang dibungkus sama saja menggunakan daun jati," pungkasnya. (dta) 

TONTON JUGA DAN SUSBCRIBE : 

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved