Breaking News:

Berita Kendal

DPRD Kendal Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2020

DPRD Kendal menyetujui Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020 oleh Pemkab Kendal.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Penandatanganan nota persetujuan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020 oleh pimpinan DPRD dan Wakil Bupati Kendal, Jumat (9/7/2021) saat rapat paripurna. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kendal menyetujui Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020 oleh Pemerintah Kabupaten Kendal. Nota persetujuan ditandatangani Ketua DPRD Muhammad Makmun, Wakil Bupati Kendal Windu Suko Basuki, dan beberapa pimpinan dewan dalam rapat paripurna, Jumat (9/7/2021) di ruang sidang paripurna DPRD Kendal.

Penyelenggaraan paripurna dilakukan dengan protokol kesehatan ketat dan pembatasan peserta maksimal 30 persen. Sisanya, mengikuti rapat paripurna melalui virtual. 

Muhammad Makmun selaku pemimpin sidang mengatakan, naskah persetujuan bersama Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2020 ini akan ditindaklanjuti untuk disampaikan kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo agar dilakukan evaluasi. 

Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki menyampaikan, rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun Anggaran 2020 sudah dilakukan pembahasan dengan DPRD untuk mendapatkan persetujuan bersama. 

Katanya, hal ini menjadi bukti bahwa eksekutif dan legislatif berperan bersama dalam membangun Kabupaten Kendal.

Dalam sambutannya, Windu Basuki mengatakan, pelaksanaan APBD 2020 terdiri dari beberapa item.

Pertama, dari target pendapatan asli  daerah (PAD) Kendal Rp 2,14 triliun tercapai Rp 2,13 triliun atau 99,1 persen. Sedangkan realisasi belanja daerah mencapai Rp 1,64 triliun atau 88,4 persen dari target yang dianggarkan Rp 1,8 triliun.

Selain itu, realisasi pencapaian pengeluaran transfer pemerintah mencapai 99,9 persen dari target yang dianggarkan Rp 395 miliar. 

"Kabupaten Kendal juga menerima pembiayaan daerah dari total yang dianggarkan Rp 112 miliar, terealisasi Rp 97 miliar, atau 86 persen. Untuk pengeluaran pembiayaan daerah tahun 2020, dari yang diangarkan Rp 6 miliar terealisasi Rp 6 miliar, mencapai 100 persen," terangnya.

Windu Basuki melanjutkan, dalam pembiayaan netto, tercapai 85 persen senilai Rp 91 miliar dari total yang dianggarkan Rp 106 miliar. Sehingga, masih menyisakan Silpa Rp 182 miliar dari total anggaran yang ada. 

"Kami berterimakasih banyak kepada DPRD dan semua pihak yang terlibat. Selanjutnya, hasil ini akan disampaikan ke Gubernur Jateng untuk dilakukan dievaluasi," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved