Sabtu, 18 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Euro 2020

Ledekan Suporter Italia kepada Sterling dan Inggris Jelang Final Euro 2021, 'It's Diving Home'

Ledekan Suporter Italia kepada Sterling dan Inggris Jelang Final Euro 2021, 'It's Diving Home'

Tribunnews.com/Laurence Griffiths / POOL / AFP
Ledekan Suporter Italia kepada Sterling dan Inggris Jelang Final Euro 2021, 'It's Diving Home'. Foto: Pemain depan Inggris Raheem Sterling (tengah) jatuh ke tanah yang berujung pada pemberian penalti pada pertandingan sepak bola semifinal UEFA EURO 2020 antara Inggris dan Denmark di Stadion Wembley di London pada 7 Juli 2021. 

Menurutnya, seharusnya tak ada penalti, dan dia tak mengerti mengapa dalam situasi seperti itu VAR tak dijadikan referensi.

"Tak ada yang tahu siap yang memberikan penalti itu? Apakah ada cukup kontak? Saya pikir tak ada."

"Menurut saya itu bukan penalti," kata legenda sepak bola Australia, John Aloisi.

Terlepas dari kontroversi tersebut, Sterling memang sudah lama dikenal sebagai tukang diving.

Dia sangat piawai melakukannya.

Bahkan, winger berusia 26 tahun ini pernah terjatuh di kotak penalti tanpa perlu ada pemain lawan yang menyentuhnya.

Itu terjadi saat Manchester City melibas Shakhtar Donetsk 6-0 penyisihan grup Liga Champions, November 2018 lalu.

Ketika itu, Sterling masuk kotak penalti dibuntuti pemain lawan.

Saat akan menendang bola, ujung kakinya tersangkut tanah. Jatuh. Ajaibnya, wasit langsung menunjuk titik putih.

Terlepas dari reputasi miring, Sterling dengan kecepatan, dan kelincahannya memang sulit dihentikan lawan.

Di laga kemarin, dia sukses melakukan 10 kali take-ons komplet (sukses melewati lawan, Red), tertinggi dari pemain lainnya.

Hamman menilai, Sterling melihat kaki Maehle terjulur, dan karena itulah dia memanfaatkan momen tersebut untuk menjatuhkan diri.

"Sterling sudah memperkirakan pelanggaran itu akan datang. Tapi Maehle menarik diri dari tekel, karena dia melihat dia tidak bisa sampai di sana. Tidak ada kontak apapun," ujar mantan pemain Liverpool ini menjelaskan.

Dia menyayangkan insiden itu mengiringi langkah Inggris ke final.

"Inggris selalu membanggakan dirinya sebagai rumah dari permainan yang adil dan tidak ada diving."

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved