Breaking News:

Berita Semarang

Kombes Irwan: PPKM Darurat Dapat Menekan Angka Mobilitas Masyarakat di Kota Semarang

Penyekatan jalan selama PPKM Darurat dapat menurunkan angka mobilitas masyarakat di Kota Semarang.

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: sujarwo
Dok. Polrestabes Semarang
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar bersama walikota Semarang tinjau penyekatan di sejumlah ruas jalan. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penyekatan jalan selama PPKM Darurat dapat menurunkan angka mobilitas masyarakat di Kota Semarang.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwa

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar bersama walikota Semarang tinjau penyekatan di sejumlah ruas jalan.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar bersama walikota Semarang tinjau penyekatan di sejumlah ruas jalan. (Dok. Polrestabes Semarang)

n Anwar mengatakan pekan lalu tingkat mobilitas masih dikisaran 19,2 persen atau di zona merah. Namun hasil evaluasi di tingkat nasional Kota Semarang telah memasuki zona kuning atau mencapai 30 persen.

"Yang akan kami capai pekan depan Semarang menjadi zona hijau," ujarnya, saat memantau penyekatan di sejumlah ruas jalan, Minggu (11/7/2021) malam.

Menurutnya, selama PPKM Darurat ada 23 ruas jalan yang dilakukan penutupan dan penyekatan yaitu pada sentra kuliner dan tempat terjadinya kerumunan. Kemudian, penutupan pintu masuk kota semarang baik melalui tol dan penyekatan di perbatasan-perbatasan.

"Diharapkan langkah langkah ini bisa membantu Dan mempercepat proses penanganan PPKM Darurat Dan imbasnya kepada turunannya angka penderita covid di kota Semarang," tuturnya.

Ia menuturkan untuk menuju ke zona hijau, akan terus melakukan pengetatan, dan vaksinasi yang dilakukan Pemerintah kota maupun TNI Polri. Saat ini vaksinasi di 37 Puskemas. 

"Lainnya adalah melakukan tindakan  memperketat protokol kesehatan di  tempat usaha, Kami juga meminta masyarakat untuk taat terhadap peraturan yang dibuat dan dikeluarkan Walikota terkait jam operasional, dan tidak boleh makan di tempat," tandasnya.

Sementara itu, Walikota Semarang, Hendrar Prihadi menargetkan Kota Semarang menjadi zona hijau atau pengurangan mobilitas hingga 50 persen.

Menurutnya, untuk mengurangi mobilitas, Kepolisian akan menambah titik-titik penyekatan. Kemudian mengurangi lampu penerangan jalan umum (PJU).

"Hal ini bertujuan untuk mengurangi aktivitas di malam hari. Pemantauan aktivitas hingga pukul 20.00 terus dilakukan," tuturnya.

Hendi mengatakan jumlah pasien corona juga terus menurun Sebelumnya dari jumlah 1.645 menjadi 1.541 kasus. Kemudian BOR di rumah sakit dan tempat karantina juga menurun.

"Saya ucapkan terima kasih kepada petugas yang tidak mengenal capek, dan masyarakat yang menaati saat PPKM darurat ini," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved