Berita Video
Video Dekorasi Janur di Semarang Sepi Pesanan
Bisnis dekorasi merupakan satu dari sekian usaha yang terkena dampak pandemi Covid-19.Teguh (57), perajin penjor janur kini beralih usaha.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berikut ini video dekorasi janur di Semarang sepi pesanan.
Bisnis dekorasi merupakan satu dari sekian usaha yang terkena dampak pandemi Covid-19.
Seiring dengan tingginya kasus hingga kini dilakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat, membuat sejumlah usaha terkait turut mengalami keterpurukan.
Hal itu di antaranya diakui Teguh (57), perajin penjor janur atau dekorasi janur di Kota Semarang.
Teguh yang sehari-hari mengerjakan pesanan perakitan janur di kawasan Pasar Peterongan Semarang itu mengaku kini hanya mengandalkan penghasilan dari jasa melukis kelapa sebab sepinya pesanan.
"Adanya PPKM darurat ini penghasilan jelas berbeda jauh dengan sebelumnya. Dulu ramai, sekarang sepi dan lebih banyak menganggur. Paling hanya melukis kelapa untuk beberapa penjual kelapa di kawasan sini (Pasar Peterongan)," jelas Teguh, Selasa (13/7/2021).
Diakui Teguh, sebelum adanya pandemi hingga adanya PPKM darurat, ia mampu menerima puluhan pesanan saat akhir pekan.
Menurutnya, selama dua hari dalam satu minggu itu ia mampu merakit janur untuk 15 sampai 25 acara dalam waktu satu hari.
Janur tersebut dirakit menjadi penjor untuk berbagai acara.
Namun saat ini, sebutnya, penurunan terjadi hingga 90 persen dari sebelumnya.
"Kalau hari-hari besar, omzet satu bulan bisa Rp 20 juta buat saya sendiri, tidak termasuk tim. Pesanan ada dari gedung-gedung, hotel, dan rumah-rumah untuk acara sampai luar daerah seperti Pemalang, Pekalongan Kudus, Purwodadi, Salatiga, dan Jogja. Sekarang belum tentu ada (pesanan)," keluhnya.
Teguh lantas melanjutkan, setiap harinya kini dirinya hanya menawarkan jasa lukis kelapa untuk sejumlah pedagang kelapa di kawasan pasar Peterongan Semarang.
Lukisan pada kelapa tersebut yakni tokoh wayang Dewi Ratih dan Kamajaya yang kemudian dijual pedagang untuk pembeli yang akan melangsungkan ritual tujuh bulanan anak pertama.
Dalam satu hari, Teguh menyebut, dirinya mampu melukis sebanyak 30 sampai 40 pasang kelapa untuk para pedagang yang sudah berlangganan.
Adapun jasa lukis tokoh pewayangan tersebut ia kenai tarif Rp 5.000 per/pasang.
"Lumayan untuk beli rokok," tukasnya. (*)
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE: