Breaking News:

Berita Kudus

Bupati Kudus Hartopo Nilai TMMD Tepat Sasaran, Dari Pembangunan Jembatan hingga Pengecoran Jalan

Bupati Kudus HM Hartopo menilai program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) tepat sasaran.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Bupati Kudus HM Hartopo dan Dandim 0722/Kudus menunjukkan bukti penyerahan hasil TMMD Sengkuyung Tahap II 2021. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Bupati Kudus HM Hartopo menilai program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) tepat sasaran.

Sebab dalam praktiknya Kodim 0722/Kudus sebelumnya koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kudus terkait mana yang akan menjadi lokasi pembangunan fisik.

“Pelaksanaannya pun berdasarkan usulan dari pemerintah desa. Sehingga program sangat tepat sasaran,” kata Haropo seusai penyerahan hasil TMMD Sengkuyung Tahap II TA 2021 di Pendopo Kabupaten Kudus, Rabu (14/7/2021).

Dalam pelaksanaan TMMD kali ini sasarannya yakni di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae.

Baca juga: Deretan Kasus Pembuangan Bayi yang Belum Terungkap di Semarang, Ada yang Disimpan di Kardus Sepatu

Baca juga: Deretan Kasus Pembuangan Bayi yang Belum Terungkap di Semarang, Ada yang Disimpan di Kardus Sepatu

Di antara yang dilakukan yakni program fisik berupa pembangunan jembatan sepanjang 6 meter dengan lebar 4 meter  dan tinggi 6 meter.

Kemudian pengecoran jalan dengan panjang 55 meter, lebar 3 meter, dan ketebalan 15 cm.

Begitu pula pengecoran jalan dengan panjang 35 meter, lebar 2,8 meter dan ketebalan 15 cm. 

Selain itu, juga terdapat program nonfisik TMMD berupa edukasi kepada masyarakat.

Sasaran nonfisik tersebut di antaranya penyuluhan radikalisme terorisme, penyuluhan pembinaan mental, penyuluhan bela negara, penyuluhan wawasan kebangsaan, dan penyuluhan narkoba.

Ada juga penyuluhan KB, sosialisasi pertanian, pencegahan Covid-19, dan pemberdayaan masyarakat.

"Sasaran nonfisiknya sudah komplit dan sekaligus dapat memberikan informasi untuk masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, Dandim 0722/Kudus Letkol Kav Indarto menyampaikan seluruh program dapat berjalan tepat waktu dan sesuai target.

Terkait kendala, katanya, adanya pandemi turut memberikan perbedaan yang signifikan atas pelaksanaan TMMD.

Terutama partisipasi masyarakat yang lebih terbatas dan lebih ketat.

Baca juga: Harlah ke-23, PKB Gelar Aksi Melayani Warga Terdampak Covid-19

Baca juga: Sering Diberi Nasi Kemarin oleh Pengasuh, Anak Cut Meyriska dan Roger Danuarta Belum Sembuh

"Kendalanya dari partisipasi masyarakat yang lebih dibatasi. Kalau dulu antusias masyarakat tinggi. Tapi sekarang hanya bisa perwakilan beberapa masyarakat saja," kata dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved