Euro 2020
Harry Kane, Seorang Raja Tanpa Gelar Juara
Kualitas sebagai penyerang tengah yang mumpuni serta memiliki insting tajam mencetak gol ternyata belum cukup untuk mendulang trofi juara.
Penulis: Fachri Sakti Nugroho | Editor: abduh imanulhaq
Sebelum akhirnya, Kane kembali mencetak gol tepatnya gol kemenangan melawan Denmark di babak semifinal.
Torehan empat gol yang berhasil di cetak selama babak sistem gugur mengindikasikan laju Kane tengah berada dalam performa terbaiknya.
Hanya saja kegemilangan Kane terhenti pada laga final setelah ia kesulitan mendapatkan peluang untuk membobol gawang lawan.
Pengawalan ketat yang diperlihatkan Leonardo Bonucci dan Georgio Cheillini membuat Kane terisolir.
Belum lagi kegemilangan penampilan Gianluigi Donnarumma dalam mengawal mistar gawang Italia membuat para pemain Inggris merasa frustasi.
Kane dan rekan setimnya akhirnya harus menelan kekecewaan ketika Inggris dipecundangi Italia lewat adu penalti dengan skor 3-2.
Pemain lulusan akademi Arsenal itu akhirnya harus puas gelar lagi dan menambah kegagalan yang ia rasakan.
Sebelum gagal memenangkan laga final bersama Inggris, Kane tercatat sudah dua kali pula dalam waktu yang berdekatan juga kalah di level klub.
Dua kekalahan terdekat itu terjadi ketika Kane memperkuat Tottenham Hotspur dalam ajang Liga Champions 2018/2019 dan Piala Carling 2020/2021.
Kekalahan melawan Liverpool (Liga Champions) dan Manchester City (Piala Carling) akhirnya membuat Kane harus puasa gelar selama berpuluh tahun bersama tim yang ia bela.
Nasib apes yang dialami Kane pun berpeluang membuatnya akan berganti klub demi mendapatkan trofi perdananya mumpung usianya masih berada pada kategori keemasan seorang pesepakbola.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pemain-depan-inggris-harry-kane-kanan-dan-phil-foden-kiri-semifinal-uefa-euro-2021.jpg)