PPKM Darurat

Kiai Latif Tergugah Merawat Jenazah, Banyak Pasien Covid Meninggal Saat Isoman Kurang Perawatan

Karena mengetahui ada pasien positif Covid-19 meninggal dunia di luar rumah sakit kurang mendapat perawatan layak, membuat Kiai Latif terpanggil.

Tribun Jateng/Khoirul Muzakki
PIlustrasi pemulasaran jenazah 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Karena mengetahui ada pasien positif Covid-19 meninggal dunia di luar rumah sakit kurang mendapat perawatan layak, membuat Kiai Latif terpanggil.

Pengasuh di Panti Asuhan yang beralamat di Jalan Wisma Prasetyo Barat I B Banyumanik (samping Kelurahan Padangsari) ini rela mengabdikan diri untuk menunaikan fardu kifayah.

"Perlu edukasi supaya masyarakat tidak takut atau khawatir. Waktu itu jenazah sudah ada. Orang pada takut. Nggak mau bantu memandikan menyalati dan mengafani.

Ya sudahlah kita layani sebaik-baiknya," kata Kiai Latif (49).

Akhirnya dia ajak 4 orang panti asuhan (remaja) untuk melaksanakan fardu kifayah tersebut.

Ketika Tribunjateng.com menelepon Kiai Latif, teleponnya terus berdering. Semua penelepon kepada Kiai Latif rata-rata minta bantuan agar bisa merawat jenazah Covid-19.

"Pak Latif tolong bawakan ambulans sekalian ya. Keranda juga. Kalau perlu semua perlengkapan untuk pemakaman jenazah sekalian inggih," demikian bunyi penelepon di HP Kiai Latif yang masih bisa didengar Tribunjateng.com.

Panti Asuhan milik Kiai Latif ada 40 anak. Selain diajari mengaji juga diajarkan budidaya pertanian, jamur, keterampilan, dan lain-lain.

Sedangkan anak Kiai Latif ada 6 semua sedang mengaji di pondok pesantren.

Bagi yang butuh pertolongan merawat jenazah covid bisa menghubungi 085866013343.

"Kita juga jaga-jaga. APD disiapkan oleh Puskesmas. Sedangkan kita yang melaksanakan. Setelah jenazah dimandikan, dikafani, dibalut plastik, dikafani lagi kemudian dibalut plastik lagi sampai penuh sebadan.

Baru kemudian dimasukkan ke dalam keranda. Setelah itu keranda dibalut plasti rapat-rapat," terangnya.

Menurutnya jika jenazah dipulasara dirawat sesuai standar prokes maka warga tidak perlu takut ketularan. Jangan sampai ada pembiaran terhadap adanya jenazah sehingga tak terurus.

Menurutnya, kadang sehari ada satu atau dua penelepon minta dibantu pengurusan jenazah covid. Dia bersedia membantu kapanpun asal terjangkau jaraknya dan tidak sedang menangani jenazah lainnya. Semua harus diselesaikan satu persatu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved