Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PPKM Darurat

Selama PPKM Darurat Bioskop Bolehkah Buka? Ini Langkah Pengelola Bioskop CGV Cinemas

kasus covid-19 di Indonesia menjadi tantangan bagi industri perfilman khususnya bioskop yang merupakan hilir dari industri

Tribunnews.com/Istimewa
Ilustrasi (Tangkap layar YouTube Rans Entertainment) 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- DI sisi lain, kembali melonjaknya kasus covid-19 di Indonesia menjadi tantangan bagi industri perfilman khususnya bioskop yang merupakan hilir dari industri tersebut.

Dengan diberlakukannya PPKM Darurat Jawa Bali mulai 3-20 Juli 2021, PT Graha Layar Prima Tbk sebagai pemilik dan pengelola bioskop CGV Cinemas menghentikan sementara operasional seluruh bioskop CGV di Indonesia hingga tanggal 20 Juli 2021 atau hingga ada pemberitahuan lebih lanjut dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Hal ini dilakukan perusahaan sebagai upaya dalam membantu program pemerintah dengan menekan jumlah penyebaran, serta memutus mata rantai penyebaran Covid-19 secara lebih efektif.

Pemberhentian operasional secara sementara bioskop CGV sudah mulai dilakukan sejak tanggal 5 Juli 2021 yakni sebanyak 47 bioskop yang terletak di kota Bandung, Cikarang, Depok, Purwokerto, Karawang, Jakarta, Surabaya, Mojokerto, Tangerang Selatan, Tangerang, Bekasi, Kediri, Cirebon, Solo, Tegal, Yogyakarta, Gresik, Jember, Purwakarta, Madiun hingga Probolinggo.

Terhitung mulai 12 Juli 2021, perseroan telah menghentikan operasional secara sementara untuk seluruh bioskop CGV yang berlokasi di luar Pulau Jawa.

"Dengan memenuhi kebijakan pemerintah, kami sementara menutup seluruh bioskop kami guna meminimalisir penyebaran Covid-19," tutur Public Relations Manager CGV Marsya Gusman, Selasa (13/7).

Perseroan secara efektif telah menghentikan operasional seluruh bioskop CGV secara sementara di seluruh lokasi yang dimiliki. Perseroan akan mengupayakan secara maksimal dengan merencanakan ulang jadwal film-film yang akan tayang dalam waktu dekat.

Selama periode penutupan sementara berlangsung, perseroan akan tetap melakukan pemeliharaan secara rutin dengan melakukan perawatan terhadap seluruh bioskop agar selalu dalam kondisi baik.

"PPKM Darurat cukup berdampak terhadap industri pariwisata, khususnya bioskop," ujar Marsya.

Perseroan akan turut serta dalam melaksanakan program vaksinasi pemerintah dengan melakukan himbauan kepada masyarakat agar melakukan vaksinasi dan aktif melakukan vaksinasi terhadap karyawan-karyawan perseroan guna memberikan rasa aman saat masyarakat kembali ke bioskop.

"Kami berharap, jika bioskop sudah dapat kembali beroperasi, masyarakat dapat secara kooperatif menerapkan protokol kesehatan agar dapat menikmati tayangan dan fasilitas yang telah disiapkan," terang Marsya.

Sementara itu, Head of Corporate Communications and Brand Management Cinema XXI, Dewinta Hutagaol, mengatakan prioritas utama pihaknya kini adalah menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh petugas dan pengunjung, serta terus mendukung upaya aktif pemerintah untuk kesembuhan bangsa.

"Dalam rangka mewujudkan komitmen tersebut dan menyikapi situasi yang ada, Cinema XXI telah menonaktifkan sementara kegiatan operasional di sejumlah kota dan kabupaten sesuai dengan instruksi atau arahan dari masing-masing Pemda setempat," tutur Dewinta saat dihubungi Tribun.

Sedangkan di sejumlah daerah lainnya yang masih melakukan kegiatan operasional, perusahaan juga telah mengurangi jumlah jam tayang dan mengurangi jumlah kapasitas, sesuai dengan arahan pemerintah daerah terkait. Lebih lanjut, Dewinta mengungkap situasi ini merupakan kondisi yang tidak mudah, termasuk para pelaku bioskop.

"Oleh karenanya, marilah kita terus berdoa agar kondisi dapat terus membaik, sehingga keadaan perekonomian dapat kembali stabil.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved