Breaking News:

Berita Semarang

Disbudpar Minta Pekerja Seni - Wisata Terdampak Aturan PPKM Bisa Koordinasi dengan RT Masing-Masing

Disbudpar Kota Semarang mencatat cukup banyak pelaku industri seni dan wisata yang terdampak akibat kebijakan PPKM.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang mencatat cukup banyak pelaku industri seni dan wisata yang terdampak akibat kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari mengatakan, baik sektor formal maupun informal yang bergerak di bidang seni dan wisata sangat banyak.

Bahkan, dia belum dapat menyebutkan secara pasti berapa orang yang terdampak.

"Ada sektor formal dan informal. Formal misalnya yang bekerja di hotel, resto, tempat hiburan. Ada non formal semisal pelaku seni budaya. Pendukungnya ada pelaku usaha sound system, tukang angkut, dekor, semua terdampak," sebut Iin, sapaannya, Kamis (15/7/2021).

Dia meminta para pelaku industri seni dan wisata yang terdampak akibat aturan PPKM bisa berkoodinasi dengan RT dan RW di wilayah masing-masing agar bisa mendapatkan bantuan.

Pemerintah Kota Semarang telah mengucurkan bantuan meski jumlahnya terbatas.

Baca juga: Dikabarkan Cinlok dengan Glenca Chysara, Rendi Jhon Kirim Surat Cinta di Ultah Elsa Ikatan Cinta

Baca juga: Pak Polisi Kaget Didatangi Ganjar Pranowo yang Numpang Tempat Makan Siang: Luar Biasa

Baca juga: Video Heboh Satu Kontainer Ratusan Kaleng Cat dan Tiner Terbakar

Diakui Iin, pekerja sektor seni dan wisata memang sangat memperihatinkan karena adanya pembatasan.

Restoran hanya diperbolehkan take away.

Sedangkan, tempat  wisata dan hiburan tutup.

Ada yang menerapkan sistem kerja bergiliran, ada pula yang sama sekali tidak beraktivitas.

Namun demikian, aturan harus tetap dijalankan karena ini merupakan strategi pemerintah mengurangi mobilitas agar dapat menekan kasus Covid-19.

"Selama PPKM darurat hampir semua mematuhi peraturan itu. Kami support sebagai bagian dari ikhtiar menekan laju Covid-19 di Semarang," ucapnya. (*) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved