Berita Sragen
Heboh Baliho Kepala Desa di Sragen: Isih Penak Jaman PKI
Sebuah foto baliho menghebohkan dunia medsos. Dalam baliho di pinggir jalan itu terpasangan foto seorang berseragam kepala desa di Kabupaten Sragen,
Samto mengatakan, sikap petugas yang membubarkan kegiatan hajatan tersebut bukan merupakan solusi yang baik.
Petugas seharusnya bisa memberikan sikap yang baik sehingga warga tidak mengeluhkan dengan keputusan pemerintah.
"Jadi, saya kecewa berat. Ada warga menggelar hajatan tinggal dua hari dibatalkan. Kan kasihan," ungkap dia.
Samto ingin ada solusi yang baik dari pemerintah agar masyarakat bisa menggelar hajatan tanpa melanggar protokol kesehatan (prokes).
"Saya pasang baliho untuk membela rakyat kecil. Tidak ada yang lain," tutur Samto.
Baliho diturunkan
Camat Jenar, Edi Widodo membenarkan keberadaan baliho tersebut.
Dirinya kemudian langsung berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengambil langkah.
"Iya benar, langsung kita (Muspika) Jenar tindak lanjuti untuk penurunan," ungkapnya dikutip dari TribunSolo.com.
"Karena sifatnya yang provokatif terhadap pemerintah," tegasnya.
Menurut Edi, penurunan baliho dilakukan tanpa perlawanan dari Kades Samto.
Hal senada diungkap Kepolsek Jenar, AKP Suparjono.
Ia mengatakan, sudah menurunkan baliho berisi makian terhadap pejabat yang terpasang di Desa Jenar.
"Sudah diturunkan langsung kemarin sore (saat itu juga)," kata Suparjono dikutip dari Kompas.com.
Respons Bupati
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/baliho-kades-di-sragen-berisi-makian-pada-pemerintah-soal-penanganan-covid-19.jpg)