Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

Aksi Polisi Polresta Banyumas Borong Gorengan, Bantu Warga Terdampak PPKM Darurat, Pedagang Senang

Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat berdampak kepada sejumlah pedagang kaki lima (PKL)

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat berdampak kepada sejumlah pedagang kaki lima (PKL). 

Banyak pedagang angkringan, pedagang gorengan dan lain sebagainya yang mengeluhkan turunnya penghasilan. 

Salah satu pengaruhnya adalah adanya aturan jam malam, hingga penutupan akses jalan yang mengurangi omset pendapatan. 

Merespon hal tersebut, polisi dari Polresta Banyumas mendatangi sejumlah pedagang kaki lima, seperti angkringan dan lainnnya.

Mereka terlihat mengimbau kepada pembeli dan pedagang yang berada di situ.

Polisi dengan tetap mengedepankan sikap humanis, meminta para pedagang yang sudah melewati jam malam menutup lapak dagangannya pukul 20.00 WIB.

Baca juga: Bosan Jadi Pegawai Kantoran, Jane Alih Profesi Jadi Detektif Swasta Spesialis Kasus Perselingkuhan

Baca juga: Kaget dan Terharu, Ini Cerita Susanti yang Rumahnya Didatangi Presiden Malam-malam: Terima Kasih Pak

Sebuah keputusan diambil dengan bijak guna menghindari kerumunan disaat PPKM Darurat

Tak hanya menegur, Polisi dari Polresta Banyumas juga memborong dagangan milik penjual angkringan dan gorengan tersebut.

Dagangan tersebut selanjutnya dibungkus dan dibagikan kepada para tukang becak dan warga lain yang membutuhkan. 

Kasat Sabhara Polresta Banyumas, Kompol Aldino Agus Anggoro, sesuai dengan instruksi Kapolresta Banyumas, Kombes Pol M Firman L Hakim, mengatakan jika kegiatan ini adalah kegiatan simpatik para personel polisi

"PPKM ini adalah supaya mengurangi mobilitas warga. Tetapi juga kami melakukan aksi simpatik, karena mereka para pedagang juga terdampak PPKM ini," ujarnya. 

Seorang penjual gorengan di sekitar Jalan Kampus, Unsoed Purwokerto, Heri mengatakan jika biasanya dia tutup pukul 20.00 WIB. 

Akan tetapi karena memang hari ini gorengannya masih ada yang belum laku sehingga sampai pukul 21.00 WIB dia belum menutup lapaknya. 

"Alhamdulillah tadi di borong sama bapak polisi, dapet Rp 300 ribu untuk gorengan yang memang belum terjual," katanya kepada Tribunbanyumas.com. 

Dalam sehari jika dalam kondisi normal, Heri mengaku bisa mendapatkan untung Rp 1.2 juta dari berjualan gorengan dari pukul 15.00 WIB - 20.00 WIB. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved