Berita Regional
Sopir Travel Cium Bau Busuk, Ternyata Ada Penumpang Bawa Jasad Bayi untuk Dibuang
Kebohongan LA terbongkar ketika ada seorang penumpang lain yang hendak menuju Kabupaten Subang naik ke travel milik Encang.
TRIBUNJATENG.COM - Seorang ibu muda berinisial LA (30) menggunakan jasa travel milik Encang menuju ke Tangerang.
LA naik dari Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, beserta sejumlah penumpang lainnya.
Wanita itu mengaku hendak ke Tangerang untuk menjemput adiknya.
Baca juga: Emosi di Ruang Sidang DPRD, Anggota Fraksi PAN Marah-Marah hingga Buka Baju
LA menjadi penumpang terakhir yang menaiki travel milik Encang.
LA ikut Encang menurunkan satu per satu penumpang lainnya di tempat tujuan.
Namun, kejanggalan terjadi ketika Encang habis menurunkan penumpangnya di daerah Cibarusah, Kabupaten Bekasi.
Kala itu, Encang mencium aroma tak sedap di mobil travel Toyota Avanza miliknya.
"Saya antar dulu yang ke Cibarusah. Kira-kira jam enam pagi sudah kecium bau busuk di dalam mobil," ungkap Encang kepada TribunJakarta.com.
Di perjalanan, Encang tak berani bertanya kepada penumpangnya perihal aroma busuk yang ia cium.
Pasalnya, Encang tak tahu bungkusan milik penumpang mana yang kira-kira menimbulkan aroma tidak sedap.
"Bungkusan di belakang ada juga punya penumpang lain, enggak berani nanya," tutur Encang.
Selesai mengantar penumpangnya di daerah Bintara, Encang sempat berhenti terlebih dulu.
Encang memarkirkan mobilnya di dekat SMK Bakti Mandiri, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.
Saat itu menjadi terbongkarnya asal muasal aroma busuk yang dicium Encang.
LA keluar dari mobil sambil membawa bungkusan plastik berwarna merah.
Wanita ini lalu meletakan bungkusan tersebut di pinggir jalan.
Pada momen itu, Encang bertanya kepada LA apa gerangan isi bungkusan sehingga dibuang.
Namun LA tak jujur, ia mengatakan bungkusan yang ia bawa berisi ayam.
"Saya tanya bawa apaan, terus dia bilang bawa ayam. Lalu saya tanya lagi, kenapa enggak bilang dari semalam kalau bawa ayam?" tanya Encang.
LA yang sejatinya memiliki tujuan ke Tangerang untuk menemui adiknya, sontak mengurungkan niatnya.
Ia malah ingin ikut kembali ke Garut.
Kebohongan LA terbongkar ketika ada seorang penumpang lain yang hendak menuju Kabupaten Subang naik ke travel milik Encang.
Encang lantas dibuat terkejut oleh salah satu cerita penumpangnya yang baru naik.
"Penumpang saya yang saya jemput kasih tahu, di tempat saya berhenti tadi (di Bintara) ada penemuan bayi,"
"Langsung saya putar balik ke TKP ternyata sudah ramai orang," tutur Encang.
Jasad bayi
Ngaku bawa ayam, LA ternyata membawa jasad bayi di dalam kantong plastik merahnya.
Aksi LA diketahui setelah adanya kecurigaan dari satpam tempat jasad bayi tersebut dibuang.
"Pertama yang menemukan satpam sekolah sekira jam 2 siang, melihat bungkusan mencurigakan," kata Abi Fika, Ketua RW setempat, Selasa (13/7/2021).
Warga sekitar kemudian berusaha mengecek isi bungkusan berwarna merah tersebut, di dalamnya ternyata berisi jasad bayi yang sudah membusuk.
"Pas dibuka bungkusannya itu ternyata isinya mayat bayi, jam 2.15 (siang) langsung hubungi polsek," ucapnya.
Aksi LA dan Encang juga terekam di CCTV sekitar lokasi kejadian.
Bahkan, aksi yang dilakukan LA juga sempat viral di media sosial.
Linglung
Kanit Polsek Bekasi Kota Iptu Arfa mengatakan, laki-laki dalam video CCTV tersebut hanya seorang sopir travel dan tak memiliki hubungan dengan LA.
"Cuma sopir travel dan dia enggak tahu kalau ada isi jasad bayi. Dia cuma antar penumpang saja," kata Arfa, Rabu (14/7/2021).
Polisi sampai saat ini lanjut dia, masih mendalami kasus pembuangan jasad bayi tersebut.
Terduga pelaku kondisinya linglung sejak kemarin berhasil diamankan.
"Masih linglung orangnya, kaya orang kebingungan ketika kita tanya-tanya, mungkin depresi tapi masih terus kita dalami, kami belum periksa secara medis," terang dia.
Arfa menambahkan LA ditinggal kabur pasangannya.
"Sementara pelaku mengaku sebelum melahirkan dia sudah kehilangan kontak sama pasangannya, enggak ada komunikasi sama sekali," kata Arfa.
Bayi malang tersebut lanjut dia, diketahui sudah meninggal saat dilahirkan sekira dua atau tiga hari lalu sebelum dibuang di pinggir jalan.
"Kalau keterangan pelaku lahirnya sekitar 2 - 3 hari lalu (sebelum dibuang), pas dibuang sudah dibungkus ke dalam kantung plastik," sambungnya.
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Ibu Muda dari Garut Ngaku Bawa Ayam Padahal Bawa Jasad Bayi, Aroma Busuknya Tercium Sopir Travel
Baca juga: Bos Konter HP Dihabisi Pasangan Sesama Jenis saat Istri Hamil 9 Bulan, Begini Pengakuan Pelaku