Breaking News:

WHO Waspadai Varian Baru Covid-19 Lebih Berbahaya

Ada kemungkinan besar kemunculan penyebaran darurat secara global varian baru yang kemungkinan lebih berbahaya, yang mungkin lebih sulit dikendalikan

Editor: Vito
Unsplash/Viktor Forgacs
Ilustrasi virus corona 

TRIBUNJATENG.COM, JENEWA - Komite Darurat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mewanti-wanti kemungkinan kemunculan varian baru covid-19 yang lebih berbahaya dari yang sudah ada saat ini, termasuk Delta.

"(Ada) kemungkinan besar kemunculan penyebaran darurat secara global varian baru yang kemungkinan lebih berbahaya, yang mungkin lebih sulit dikendalikan," demikian pernyataan komite WHO, dikutip AFP, Kamis (15/7).

WHO mendasarkan prediksi itu setelah memantau peningkatan pesat kasus covid-19 global hingga mencapai setengah juta infeksi dalam sehari, mayoritas akibat sebaran virus corona varian Delta. "Pandemi masih jauh dari selesai," tulis Komite Darurat WHO.

Meski demikian, WHO tak menjabarkan lebih lanjut mengenai hasil penelitian mereka terkait dengan kemungkinan kemunculan varian baru covid-19 yang lebih berbahaya itu.

Ketua komite, Didier Houssin mengakui kepada wartawan bahwa tren baru-baru ini mengkhawatirkan. "1,5 tahun setelah WHO pertama kali menyatakan Darurat Kesehatan Masyarakat Perhatian Internasional (PHEIC) sebagai tingkat kewaspadaan tertinggi, kami masih mengejar virus ini, dan virus masih mengejar kita."

Untuk saat ini, empat varian covid-19 mendominasi pandemi global, yaitu Alpha, Beta, Gamma, dan terutama varian Delta yang menyebar cepat. Akan tetapi, komite memperingatkan, yang lebih buruk bisa terjadi di depan.

"Pandemi tetap menjadi tantangan secara global dengan negara-negara menavigasi tuntutan kesehatan, ekonomi, dan sosial yang berbeda," ucap Didier.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini populasi manusia masih terancam dengan adanya covid-19. Kematian yang berkaitan dengan corona di Afrika mengalami peningkatan sampai 43 persen dalam kurun waktu sepekan.

WHO kemudian menyoroti peningkatan pesat kasus di kawasan Asia dan Afrika. Secara khusus, WHO membahas Indonesia yang kini menggeser posisi India sebagai negara dengan kasus covid-19 harian tertinggi di Asia.

Seperti diketahui, Indonesia telah mengalami gelombang kedua covid-19, dengan tingginya kasus harian yang terus menembus angka 50 ribu infeksi dalam beberapa waktu terakhir.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved