Breaking News:

Penanganan Corona

Setelah Dikritik WHO, Pemerintah Indonesia Cabut Kebijakan Vaksin Berbayar

Pemerintah baru mencabut kebijakan vaksin berbayar setelah mendapat kritikan dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).

Editor: rival al manaf
VOA
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus 

"Mereka memiliki vaksin yang gratis, hingga 20 persen dari populasi yang didanai oleh para penyandang dana kerjasama COVAX, yang membuatnya sama sekali tidak mungkin untuk mengambil pembayaran dalam perjalanannya," beber Ann.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Program Darurat WHO Mike Ryan menambahkan, Indonesia tengah dilanda peningkatan penularan varian Delta yang sangat intens selama beberapa minggu terakhir.

Faktanya, tingkat kematian dan kasus positif melebihi tingkat kasus di India.

Kematian ini banyak dihadapi oleh masyarakat dengan kondisi rentan sehingga vaksin menjadi satu-satunya yang perlu diberikan.

"Jadi tidak diragukan lagi bahwa Indonesia menghadapi situasi yang sangat sulit."

"Sekali lagi jelas peningkatan kasus yang didorong oleh varian (Delta) sekarang mengakibatkan sejumlah besar kematian setiap hari," pungkas dia.

Usai kritikan dari Organiasi Kesehatan Dunia itu dilontarkan, akhirnya Presiden Joko Widodo mencabut rencana vaksinasi Covid-19 berbayar.

Langkah itu dilakukan merespons banyaknya kritik dan masukan publik.

Baca juga: Video Embun Es Muncul 2 Hari Berturut-turut di Dieng

Baca juga: Video Dapur Umum di Purbalingga Bantu Warga yang Jalani Isoman

Baca juga: Video Dapur Umum di Purbalingga Bantu Warga yang Jalani Isoman

"Setelah mendapatkan masukan dan juga respons dari masyarakat, presiden telah memberikan arahan dengan tegas untuk vaksin berbayar yang rencananya disalurkan melalui Kimia Farma semuanya dibatalkan dan dicabut," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (16/7/2021).

Pramono menyebut, mekanisme vaksinasi gotong royong pun akan dilakukan seperti sedia kala.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved