Breaking News:

Berita Video

Video Satpol PP Bubarkan 4 Hajatan, Ada Kadus Gelar Resepsi

Anggota Satpol PP Karanganyar bersama TNI-Polri dan Kejaksaan terpaksa membubarkan resepsi pernikahan di empat lokasi karena digelar saat berlangsungn

Penulis: Agus Iswadi | Editor: abduh imanulhaq

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR -  Berikut ini video Satpol PP bubarkan 4 hajatan, ada kadus gelar resepsi.

Anggota Satpol PP Karanganyar bersama TNI-Polri dan Kejaksaan terpaksa membubarkan resepsi pernikahan di empat lokasi karena digelar saat berlangsungnya PPKM Darurat

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunjateng.com, empat hajatan itu berlokasi di Desa Jati dan Desa Ngringo Kecamatan Jaten, Desa Suruh Kecamatan Tasikmadu dan wilayah Kecamatan Kebakkramat. 

Kepala Satpol PP Karanganyar, Yophy Eko Jati Wibowo menyampaikan, laporan dari warga ada warga yang masih nekat menggelar hajatan selama PPKM Darurat, walaupun sudah diberikan edukasi dan pemahaman. 

"Tim dari kabupaten ke lokasi, ada Polres, Kodim, Kejaksaan kembali mengedukasi. Kalau badel terpaksa kami serahkan ke Kejaksaan dibina," katanya kepada Tribunjateng.com saat ditemui di GOR Raden Mas Said Karanganyar, Sabtu (17/7/2021). 

Dari empat resepsi pernikahan yang dibubarkan oleh tim, ada satu acara yang digelar oleh Kadus di Desa Jati Kecamatan Jaten.

Yophy menuturkan, Kadus itu nekat menggelar acara resepsi meski sudah diingatkan oleh petugas.

Dia menyayangkan perangkat desa yang seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat justru nekat menggelar hajatan selama PPKM darurat.  

"Tim datang sudah sanggup tidak melanjutkan. Tim pergi, dia tetap melaksanakan. Maka tim kembali ke sana. Kades, Sekdes dan Kadus dibawa ke Kejaksaan," ungkapnya. 

Terpisah, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Karanganyar, Guyus Kemal menjelaskan, sudah memberikan pembinaan kepada perangkat desa setempat. Petugas akan memberlakukan tindak pidana ringan kepada yang bersangkutan apabila masih nekat menggelar hajatan.

"Kami pantau lagi, kalau nekat kita tindak. Kalau nekat dikenakan Tipiring," jelasnya.

Kades Jati, Haryanta menjelaskan, tuan rumah telah melakukan persiapan terkait resepsi pernikahan sejak satu bulan lalu. Menurutnya adanya aturan larangan menggelar hajatan terlalu mendadak.

Apabila aturan pelarangan hajatan itu diberlakukan satu atau dua minggu sebelumnya mungkin tuan rumah bisa membatalkan pesanan terkait persiapan hajatan.

"Semua sudah dipesan tinggal pelaksanaan hari ini, suruh membatalkan semua apa tidak kasihan," jelasnya. (Ais). 

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved