Breaking News:

PPKM Darurat

Sejak Pemberlakuan PPKM Darurat, Jumlah Kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal Cenderung Turun

Dijelaskan, berdasarkan data yang ter-update di laman covid19.tegalkab.go.id terjadi lonjakan kasus sejak April sampai Juli 2021

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Desta Leila Kartika
Foto petugas sedang melaksanakan penyekatan di Exit Tol Adiwerna Kabupaten Tegal, Jumat (16/7/2021) pagi. Puluhan kendaraan diminta putar balik terutama yang tidak membawa persyaratan dan tidak termasuk Kritikal atau pun Esensial. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sejak tanggal 3 Juli 2021 lalu berdampak pada penurunan jumlah kasus harian Covid-19 di Kabupaten Tegal. Dari sebelum PPKM Darurat penambahan di atas 120-130 orang, saat ini rata-rata menjadi 61-70 kasus per hari. 

Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Hendadi Setiadji, pada Tribunjateng.com, Senin (19/7/2021). 

Dijelaskan, berdasarkan data yang ter-update di laman covid19.tegalkab.go.id terjadi lonjakan kasus sejak April sampai Juli 2021. 

Update pada 17 Juli 2021 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Tegal berjumlah 11.575 orang. 

Dari jumlah tersebut yang sudah dinyatakan sembuh ada 10.059 orang, meninggal dunia 601 orang, dan  menjalani perawatan 915 orang. 

Dari Jumlah 915 orang yang masih dirawat ada 305 orang dan menjalankan isolasi mandiri  610 orang.  

"Berdasarkan perkembangan kasus saat ini Kabupaten Tegal masuk zona orange penularan Covid-19 dari sebelumnya zona merah, atau masuk urutan 24 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Sehingga ini merupakan hal yang bagus karena adanya PPKM Darurat berdampak penurunan kasus harian Covid-19," tutur Hendadi. 

Sementara itu, Dandim 0712 Tegal Letkol Inf. Sutan Pandapotan Siregar mengatakan, mobilitas warga sangat berpengaruh dengan perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal termasuk pada masa PPKM sekarang ini. 

Masyarakat harus memahami, semakin banyak mobilitas warga maka kasus Covid-19 juga semakin bertambah, begitu juga saat mobilitas berkurang atau di rumah saja, maka perkembangan kasus Covid-19 nya juga berkurang. 

"Artinya perlu saya sampaikan, apa yang diterapkan oleh Pemerintah pusat pasti sudah ada kajian. PPKM Darurat yang berakhir pada tanggal 20 Juli besok apakah diperpanjang atau tidak kami juga belum mengetahui kepastiannya masih menunggu informasi dari pusat," tegasnya. 

Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafa’at menambahkan, penurunan jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal tak lepas dari partisipasi masyarakat. 

Ketaatan masyarakat seperti adanya penyekatan atau penutupan akses jalan, penutupan sementara objek wisata, tempat usaha tutup lebih awal, dan lain-lain semuanya dipatuhi dengan sangat baik. 

"Kami mengapresiasi peran serta masyarakat selama PPKM Darurat ini. Sehingga semua ini bukan hanya kinerja Forkompinda tapi juga upaya kedisipilinan dari masyarakat Kabupaten Tegal. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada masyarakat atas kepatuhan, kedisiplinan selama masa PPKM Darurat ini. Jika sampai tanggal 20 nanti masih terus bertahan maka insyaallah angka penurunan kasus Covid-19 semakin baik lagi," tandasnya. (dta) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved